about me

Kamis, 21 Juli 2011

Hari Menjelang Sidang Komprehenship



Ass….dear,
tahu gak 6 hari lagi sidang kompre, dan aku mulai gelisah biasa diserang penyakit Gejala Stress.stres memikirkan bagaimana nanti, gimana kalau gak lu2s, gimana kalau pertanyaan nya gak sesuai dengan yang aku hapalin, bagaimana…??
Dan tiap malam aku diserang insomnia, tapi karena tegang aku gak bisa ngapalin buku-buku, ya ampun ni aku belajar kayak baru kemarin aja, padahal udah puluhan kali aku ujian sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA dan sekarang perguruan tinggi tapi tegangnya kayaknya beda dari ujian
yang dulu-dulu, harapharap cemas. Tuhan Kumohon Biarkan aku bisa melewati ini semua.

Rabu, 20 Juli 2011

Ujian Datang Sesuai Kemampuannya


Ass…dear
Dear tahu gak, ujian komprehenship sama munaqosyah semakin dekat saja, tapi semakin dekat dengan ujian skripsi ini semakin banyak cobaan yang menimpa, ada yang hilang laptopnya, so skripsinya mesti dibuat lagi sedini mungkin, ada juga yang masih di curat-coret instrumennya atau lum ada yang bisa validasi. Aku sendiri dear hardisk laptop aku kena, untungnya data skripsinya bisa di selamatkan, hampir saja. Kakakku bilang sesuatu yang sangat berarti untuk didapatkan memang biasanya sangat berat cobaannya tapi disana letaknnya keasyikan, jika kita berhasil itu hasilnya terasa manis sekali.tanah liat juga untuk menjadi keramik yang sangat indah ia harus melalui beberapa ujian dulu bukan?tapi ujian yang tuhan berikan pasti akan sesuai dengan yang
di tanggungnya. Aku juga kalau dua dosen pembimbingku tidak sakit mungkin aku panic ketika hardiskku rusak. Saya Cuma ingin berkata sama teman-temanku BERTAHANLAH! TERUSLAH BERJUANG, KEMENANGAN KITA SUDAH ADA DI DEPAN MATA!

Senin, 18 Juli 2011

Laptop Malangku...............


Ass dear....
skripsiku baru aja selesai eh gak taunya tuh laptop mesti ganti hardisknya. ceritannya ada peringatan di layar mesti ganti hardisk, aku bingung pas nanya temen katanya dia malah ngomong skripsi kamu cepat backup ke plasdisk soalnya laptop kamu bentar lagi mati. aku terkejut dong, kok bisa, padahal tuh data di laptop bukan data skripsi aja, malah ada buku online aja hampir 2 ribu, lum data-data cerpenku, novelku yang lum kelar karena skripsi.oalah ma...selain itu juga poto-poto kenangan juga banyak,
film kesukaan aku, tulisan-tulisanku, data-data kuliah dan segala tetek bengek lainnya yang pentingnya sama dengan anak sendiri, lebay deh hihi...
tapi benar habis dengar itu aku socking soda banget, terlalu banyak data yang poenting yang belum sempat ku backup sebelumnya.
kataku sama laptopku" jangan dulu matilah, skripsiku bagaimana lum di ACC, ibu dosenku lum sembuh, lum direvisi, entar ajalah kalau mo mati kalau aku dah wisuda dah kerja"
tapi namanya juga alat elektronik mana bisa ngomong dear, dan tahu gak dear laptop itu dah menemani perjalanan kuliahku dah hmpir 4 tahun. dan dear aku sayang banget ma laptopku...makanya di skripsi kan suka ada halaman terima kasih, aku tulis di sana untuk laptopku terimakasih meski kau menemaniku dengan tertatih-tatih tapi kau sempat bertahan demi aku.
laptopku sayang...laptopku malang

Jumat, 15 Juli 2011

YANG PERNAH HINGGAP MENJADI MIMPIKU…..


Ass….dear
Sambil sedikit revisi skripsiku di temani lagu sang pemimpi, hari ini aku jadi terkenang akan masa-masa kecilku yang telah menjadi masa laluku. Dear dulu waktu kecil aku suka sekali jika pergi diajak umi ke sawah. Meski waktu itu aku belum bisa membantu apa-apa, tapi kediamanku duduk di pematang sawah cukup membantu mereka bisa mengawasiku. Aku suka duduk di pematang sawah dear sambil melihat orang tuaku menanam padi, memakai tudung kepala yang biasa kami sebut “dudukuy cetok”. Aku tidak tahu tudung kepala itu awalnya dari mana tapi kalau dilihat dari bentuknya kemungkinan besar itu dari Jepang, maksudku sisa peninggalan penjajahan jepang yang
mewariskan kebudayaannya terhadap kaum pribumi atau terhadap masyarakat di desaku. Satu hal kesukaanku dari semua itu aku suka menatap langit membuntuti jejak kapal-kapal jet (kapal yang bahan bakarnya dari batu bara, sehingga meninggalkan jejak kepulan asap di langit). Dulu aku berkhayal seandainya aku jadi pilot kapal jet itu tentu aku bisa tahu ada apa di balik gunung yang ada dihadapanku ini (baru aku ketahui ternyata setelah besar kalau dibalik gunung  itu ternyata lautan pasifik, perlu diketahui desaku dikelilingi gunung persis berbentuk teluk yaitu lautan yang menjorok kedaratan).
Jika panen padi di sawah tiba,Umiku suka sekali memberikanku burung piit (semacam burung yang suka memakan biji padi). Lalu ia akan mengajak aku dan kakakku menangkap ikan di sawah (dulu orang tuaku jika menanam padi ia juga akan memelihara ikan mas di tempat yang di tanam padi itu, semacam tumpang sari.jadi jika panen tiba,selain padi yang di panen ikan juga turut di panen). Aku akan berebutan ikan yang paling besar dengan kakaku dan tentu saja aku yang akan menang karena jika aku tidak menang maka aku akan menangis. Setelah padinya di panen kakaku akan membuatkanku terompet dari batang padi kami akan bersahut-sahutan meniup terompet bersama anak-anak yang lain.
Dari kebiasaan itu mimpiku berubah lagi dari ingin menjadi pilot pengen menjadi insinyur pertanian, aku ingin naik kuda melihat-lihat sawah yang siap di panen penuh dengan ikan dimana kalau musim kemarau tiba aku akan menanam palawija di dalamnya. Aku juga akan meminta penduduk desa melakukan hal serupa dan jika palawijanya siap di panen aku kan menyuruh penduduk mengumpulkan palawija tersebut dan aku yang akan menjualnya ke pasar. Tapi mimpi itu pupus lagi ketika aku menjelang kelas tiga sekolah dasar (SD), hal ini dikarenakan gara-gara aku suka membaca, aku membaca buku sejarah kelas 4 milik kakakku disana di kisahkan tentang penjajahan belanda kepada Indonesia yang kita kenal dengan VOC nama lembaga monopolinya. VOC suka sekali menjadikan bangsa Indonesia sebagai buruhnya, mereka kerja keras menanam kopi atau padi lalu mereka pula harus menjualnya pada belanda atau VOC tersebut. Dari kisah sejarah tersebut aku tahu mimpiku salah, aku tidak mau jadi VOC, cita-citaku berubah ingin menjadi dokter wanita pertama di desaku. Mimpi ini terinspirasi oleh sebuah novel yang berjudul dokter Widi. Pengarangnya lupa lagi siapa tapi ceritanya benar-benar menarik. Dikisahkan dokter widi itu waktu kecilnya tinggal di desa yang terpencil, ayahnya di bunuh oleh seorang sodagar yang kaya di desanya gara-gara perebutan air untuk sawahnya. Ia hidup bersama ibunya dan seorang adik kecil perempuan. Suatu hari ketika naik kereta ia salah naik gerbong dan terpisah dari ibunya kemudian ia sampai di Jakarta dan ditemukan oleh orang tua yang tidak punya anak serta kaya raya, sampailah ia menamatkan kuliah kedokterannya dan ia kembali ke desa, di sinilah konflik yang paling menegangkannya, ia tidak dikenal oleh siapapun bahkan oleh ibunya sendiripun, tapi berkat ketidakkenalan orang desanya iapun berhasil menggiring sang pembunuh bapaknya dulu.
Cita-citaku pengen menjadi dokter hanya bertahan sampai kelas 4 SD, kemudian cita-citaku berubah ingin menjadi presiden negeri ini, wow….! Aku ingin menjadi presiden perempuan pertama negeri ini, (kalau cita-citaku masih ingin jadi persiden sekarang bukan lagi yang pertama karena sudah didahului oleh Megawati Sukarno Putri). Cita-cita pengen jadi persiden sebenarnya dilatarbelakangi karena aku tergila-gila akan presiden SOEHARTO yang dulu digembor-gemborkan sebagai bapak pembangunan. Aku suka sekali membaca buku-buku biografi tentang beliau, surat-surat yang di buat anak bangsa yang di tunjukan kepada beliau yang sudah di bukukan aku suka baca, tentang kepemimpinan beliau dalam penyerangan 11 Maret, buku 30 tahun Indonesia merdeka dan banyak lagi yang lainnya (maklum aku kelas SD tapi sudah sering baca buku-buku politik dan buku-buku para ahli kayak aristoteles, Benjamin franklin, Galileo, zarahutsra nietzhe dan banyak lagi yang lainnya, habis gak ada buku lagi). Selain buku tentang bapak pembangunan itu, sebenarnya ada lagi cerita di balik cita-citaku itu yaitu cerita ayahku, ayahku bilang “kau akan jadi seorang yang luar biasa, kau akan jadi seorang PEMIMPIN” . hal ini berdasarkan cerita umiku katanya setiap umiku hendak melahirkan seorang bayi ia selalu bermimpi dimana mimpi tersebut dipercaya oleh ayah dan umiku sebagai sebuah pertanda. Kata umiku, dulu waktu mau melahirkanku ibuku bermimpi memakan kepala ayam, maka ayahku mengatakan kalau itu suatu pertanda kalau aku dimasa depan akan menjadi anak yang luar biasa dan jadi kepala atau pemimpin. Waktu mau melahirkan kakaku yang pertama juga ibuku bermimpi melihat bintang jatuh dan kata orang tua dulu anaknya akan pintar, dan memang benar kakaku yang pertama itu katanya menurut cerita, jenius tiada ampun dan sangat di sayangi kakek dan nenekku, tapi umurnya tidak lama ia meninggalkan kami sebelum kakak keduaku lahir. Dan ketika kakak keduaku lahir ibuku juga bermimpi tapi aku lupa ceritanya mimpi apa yang pasti katanya mimpi itu mengisyaratkan kalau kakaku akan jadi orang kaya, dan ketika mau melahirkan adikku ibuku bermimpi juga isyarat mimpinya yaitu katanya adikku satu-satunya anaknya yang akan menemani orang tuaku sampai tua ketika aku dan kakaku meninggalkannya. Percaya atau tidak tapi  itu sudah terlihat tanda-tandanya, entah karena sugesti orang tua atau karena doa-doa mereka.
Uppss….barusan mati lampu dear,….
Oke next…..
Gara-gara cerita orang tuaku dan juga ketika ku tahu bahwa orang yang kukagumi nomor satu bapak presiden Soeharto dikabarkan korupsi, akupun benci akan namanya pemimpin.cita-cita menjadi pemimpin Cuma bertahan sampai kelas 3 SMP dan waktu itu ketika di Tanya sama guru PKN siapa yang mau jadi pemimpin? Katanya begitu. Waktu itu aku cukup dekat dengan guruku itu. Karena tidak ada yang menjawab dan ketika ia bertanya padaku “kamu mau jadi pemimpin?” aku bilang “ tidak pak guru, aku tidak mau jadi pemimpin, aku bahkan benci yang namanya pemimpin” jawabku tegas, tahu apa yang terjadi ia bilang “ goblok! Hanya orang-orang yang bodoh yang tidak mau jadi pemimpin” begitu katanya. Aku yang begitu dekat dengannya, juga anak-anak  baru kali itu mendengar kata-kata yang demikian kasar dari mulutnya. Ia bilang kenapa orang lain itu nyampe memasang poster pemimpin di kamarnya, tempat kerja bahkan di WC supaya ia bisa menjadi pemimpin seperti dalam posternya. Ini malah tidak mau katanya begitu, aku bilang lagi untuk meredakan emosinya” maaf pak guru, aku bukannya tidak mau jadi pemimpin tapi untuk jadi pemimpin diri sendiri aja aku belum bisa, jadi bagaimana aku memimpin orang lain?” kata-kata itu akhirnya jadi obat mujarab untuk membuatnya terdiam lama.
Dan karena kebencianku terhadap pemimpin akupun tidak mau ikutan ektrakurikuler di sekolahku, gara-garanya aku suka sekali dijadikan pimpinan, waktu kelas dua aku berani satu-satunya perempuan yang mencalonkan osis, dan aku kalah 3 suara dari ketua osis, hanya karena aku perempuan, di kelas aku suka dijadikan ketua kelas.makanya aku tidak mau ikutan lagi ektrakurikuler di SMA karena takut hal seperti itu lagi, waktu itu aku hanya ingin membuktikan pada ayahku bahwa semua ucapannya salah, aku bukanlah seorang yang akan jadi pemimpin, pemimpin tetaplah harus dipegang oleh laki-laki begitu menurutku, karena laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita.
Menjelang SMA cita-citaku berubah ingin jadi penulis. Ini dikarenakan kesukaanku akan dunia tersebut, telah kukatakan bahwa sejak kecil aku suka baca, aku kelas dua SD sudah lancar membaca dan daya ingatku setahuku luar biasa, ini tidak lepas dari kebiasaan umiku yang suka membacakanku buku sewaktu aku masih kecil. Aku bisa menghapal setiap kata dalam buku, bisa mengingat sambutan bapak kepala sekolah dengan baik, dan bisa menghapal apa yang diucapkan teman. Tentunya itu dulu, tapi aku hanya ingat atau hapal tanpa tahu apa isinya. Dan sekarang tinggal loadingnya dear hehe….
Aku mulai menulis ketika kelas 4 SD, ceritaku suka pada di baca oleh anak-anak sekelasku atau teman-temanku dipengajian. Tapi tidak ada satupun yang kuterbitkan. Bahkan ceritanya masih ada sampai sekarang, aku suka ketawa sendiri jika melihatnya karena itu loh tulisannya cacing kepanasan, heran aku kok dulu teman-temanku pada ngerti, dan aku suka terbelalak di buatnya, tidak percaya benar apa yang kutulis. Imajinasiku dulu benar-benar luar biasa padahal gak tahu idenya dari mana tuh.
Itu adalah sederet mimpi yang pernah hinggap di kepalaku, dulu waktu aku ingin menjadi presiden aku suka bermimpi ingin mengubah dunia dengan tanganku. Aku tidak mau melihat anakanak yatim, orang tua jompo, pengemis jalanan berceceran di jalanan, aku bercita-cita pengen mengembalikan kejayaan islam dan menjadikan desaku sebuah desa yang syarat dengan tempat ilmu, dari sana aku ingin mengendalikan dunia, menjadikan desaku kota pendidikan, mendirikan perpustakaan terbesar yang pernah ada (ini sebagai upaya balas dendamku karena kotaku jauh dari toko buku), mendirikan taman dan menjadikan lautku kota pariwisata. Tapi sekarang kusadari, untuk menciptakan mimpi-mimpi itu menjadi nyata bukanlah dimulai dari  mengubah dunia dulu tapi seharusnya mengubah dari diri kita dulu. Mulai dari diri kita, menjadikan kita pribadi bermakna,bisa bermanfaat untuk orang lain, itulah makna hidup sesungguhnya.
Dan setelah kelas dua SMA sampai sekarang mimpiku tidak pernah lagi berubah, aku tetap ingin menjadi penulis, guru kimia dan aku bisa menjadi istri dan ibu dari anak-anakku yang luar biasa. Karena bagiku sepandai-pandainya istri, tugasnya tetap harus yang jadi pendukung laki-laki, perempuan di ciptakan bukan untuk melampauinya tapi diciptakan untuk membantunya. Dan aku bermimpi aku bisa menjelajah dunia, sehingga anak-anak yang kulahirkan berbeda-beda negeri tempat lahirnya, tujuanku hanya satu, aku ingin menunjukkan pada mereka betapa luasnya bumi tuhan dan betapa banyak yang telah diberikannya, aku ingin mengajarkan anak-anakku intisari hidup yang sebenarnya bukan hanya berdasarkan “katanya” .
Rencana A nya aku ingin hidup di jepang, mereguk ilmu sebanyak-banyaknya di sana, dan juga mengajar di sana serta melahirkan anak pertamaku disana, dan kemudian aku ingin hidup di inggris dan melahirkan anak keduaku di sana, ketika mereka dewasa, dan sudah bosan menjelajahi baru aku ingin membawanya ke negeriku tercinta Indonesia.
Tujuan membawa mereka kembali ke Indonesia aku ingin mereka tahu darimana mereka sebenarnya berasal, aku tidak ingin anakku tidak kenal akan budaya nenek moyangnya, sejarahnya, bahasanya dan segala sesuatunya.
Oke….karena mati lampu lagi jadi terpaksa ceritanya juga dipending dulu, masalahnya batere laptopku lowbatere. Jadi dear, sampai ketemu lagi

Bandung, 16 juli 2011


Seperti kata Chairil Anwar


Aku ingin hidup seribu tahun lagi

Rabu, 13 Juli 2011

SKRIPSIKU OH SKRIPSIKU…………..!!!

ASS….dear
Dear karang dah masuk bulan jully dan bentar lagi siding komprehenship tapi skripsi aku lum ada kelanjutan sedikitpun. Masalahnya ibu yunita pembimbing pertama aku masih di rumah sakit dan bu risa pembimbing kedua masih sibuk dengan putra pertamanya. 2 minggu yang lalu aku kasihkan tuh skripsi sama ibu risa tapi sampai saat ini katanya belum diperiksa, ya allah…bulan julli hampir habis. Aku pun sudah membaca-baca semua lembaran skripsiku tapi ya gimana lagi ning gak ada dosen pembimbing. Hu…hu…ya allah semangatku hampir habis.
Apalagi kalau mendengar anak-anak yang skripsinya udah di acc, panas rasanya hati. Tapi ada juga yang nyantai saja, padahal dosennya selalu stand by, coba kalau aku yang kebagian dosen tersebut pasti sudah selesai. Ni mah udah skripsinya dosennya malah gak ada yang siap jadinya periksa sendiri aja terus. Cape ^_^.

Dear karang lagi musim daftar kompre tapi ya lumayan masih gak jelas soalnya nilai-nilai nya lum keluar semua jadinya menghambat. Mampukah aku melewati ini semua ya allah….aku mulai gak sabar pengen cepat lulus.
Ni juga masalah kerjaan sangat membingungkan dear. Ortu pengennya aku kerja di rumah saja tapi aku pengen kepedalaman atau paling tidak ke Kalimantan, kalau tahun karang atau tahun depan gak ke jepang pengen sekali ngajar di Kalimantan dear.

Selasa, 05 Juli 2011

Semangatku Mulai Terkikis


Assalamualaikum dear,
Lama tak berjumpa denganmu, masalahnya akhir-akhir ini aku bisa dibilang sibuk dengan pengolahan data skripsi, sebenarnya dari dulu juga udah Cuma ada aja yang salah. Dear,,,nak-nak lain yang ada pembimbingnya dah mulai pada di acc sedangkan kami berempat masih di ujung tanduk nasibnya. Terbengkalai. Kami hanya bisa Tanya sana, Tanya sini tanpa kejelasan yang pasti. Dan ya ampun semangatku mulai terkikis. Tadi aku nengok dosen pembim2ng keduaku yang baru melahirkan, ya harus kuakui memang kondisinya tidak memungkinkan untuk membim2ng kami. Terus aku harus bagaimana tuhan! Haruskah kusalahkan takdir yang seperti menghianatiku ini?................................

Pulang dari dosen pembim2ng hati aku campur aduk, rasanya aku mulai lelah dengan semua ketidak jelasan ini, dan aku tiba-tiba kangen akan bu yunita, bagaimanakah beliau sekarang? Saat – saat seperti ini aku ingin beliau ada di si2ku, tak ada yang salah dengan kondisiku saat ini  hanya saja keadaan ini yang membuat semuanya terlihat kacau balau, dan mungkin saja ke2cewaanku, kepedihanku yang merasa tidak dipedulikan, tak dimengerti tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan mereka kedua ibunda dosenku.hanya saja keadaan ini semakin dibiarkan perlahan-lahan membuat semangatku terkikis. Aku sudah berjanji sepulang dari nengok ibu yunita bahwa aku akan selalu tetap semangat seperti ibu yang berjuang melawan penyakitnya. Tapi semangatku mulai terkikis sedikit demi sedikit apalagi kalau lihat nak lain dah mulai pada selesai skripsinya. Ya allah aku harus bagaimana???



Bdg, 4 juli 2011