Ass…dear
Jika ada seorang pria yang pernah mencintaimu lalu pergi dengan wanita lain, terus setelah luka di hatimu kering ia datang padamu dan memintamu menikah dengannya. Apa yang akan kamu lakukan dear….?
Itu yang pernah terjadi padaku dear, aku pernah sangat mencintainya, SANGAT. Ya..aku pernah merasa seperti itu, seakan-akan dia adalah jodoh yang sebenarnya di kasih tuhan untukku. Ketika ia menghianatiku, mencabik2 hatiku, selingkuh dengan wanita lain, aku ngdrop habis2an. Sempat saja aku berpikir aku ingin meminta tuhanku mencabut hati yang kumiliki karena sakitnya. Dan aku berjuang untuk mengalahkan semuanya, semua yang
membuatku sakit tiada tara, semua yang membuatku ingin muntah saja, dan kau juga pasti tahu itu tidak mudah, butuh waktu yang sangat lama. Lalu tiba2 setelah aku bisa hidup lagi (ya istilahnya baru bangkit lagi semangat hidupnya), bisa ikhlas melepasnya, melupakan semua perlakuannya ia datang kembali dan meminta nikah, ia bahkan bilang tak ada yang lebih baik daripada diriku. Kalau saja…kalau saja semua itu datang ketika hatiku belum sepenuhnya bisa melepasmu mungkin aku bahagia menerimanya. Sayangnya dia datang pada waktu yang tidak tepat, setelah semua yang terjadi dilakukannya emang gampang gitu menghapus semua luka2 itu, aku sudah memaafkannya tapi memaafkan bukan berarti melupakan. Berapa kali aku selalu memaafkannya dengan harapan dia bisa berubah. Tapi sayangnya untuk sekarang aku tak bisa kembali lagi, hatiku bukan dibuat dari tumpukan maaf. Jadi SUDAH SAJA JANGAN MERENGEK, MERAYUKU, BERJANJI2 GOMBAL, AKU SUDAH TIDAK PEDULI LAGI, HUBUNGAN KITA SUDAH LAMA PUTUS DAN SEMUANYA END, TITIK….!!Kebalikan cinta itu bukan benci tapi tidak peduli, ya itu benar adanya….dulu aku sangat membencinya, bahkan rasanya benci itu begitu dekat dengan urat nadiku. Tapi sekarang tak ada sedikitpun yang tersisa rasa benci di diriku, aku sudah menganggapnya ia bukan bagian dari hidupku lagi, bahkan kadang-kadang aku lupa apa aku pernah kenal dengannya?
Menjelang sidang munaqosyah, 20 agustus 2011
Seperti kata Indah DP
“Tak pernah kau tahu begitu sakitnya aku
Kau anggap diriku dilihatmu dengan sebelah matamu
Dilema tuk diriku mencintaimu mengartikanmu
Biarkan aku bersalah di depan matamu
Selalu ku membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namun ku terlanjur cinta……”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar