ass...dear.menjelang habis wisuda semuanya rasanya terasa beda, emosi yang berbeda, suasana kosan yang berbeda dan sebagainya. tahukah kau dear bahkan ibu kosanku seperti mau mengusirku saajo sakit rasanya padahal aku di kosan masih bayar plus mang masih di bandung itu lagi ngurus2 skripsi dulu. dear,......mungkin inilah kehidupan yaang sesungguhnya, aku dibuat shocking soda karena lum ada pekerjaan yang cocok. mang banyak yang nawarin tapi semuanya adanya di SMK baru. jadi pengalamanpun aku harus buat sendiri lum bisa belajar dari orang lain. kemarin bu yunita pembimbing aku nawari kerja di papua nugini..wow...itu memang impian aku sejak kecil tapi sampai saat ini aku lum bisa eninggalkan ortu di rumah secara aku satu2nya anak peempuannya.sedih, bingung, kesal terus menyergap da lagi..lagi ibu sudah menagih kapan nikah? wakakak.....entar aja deh bu klo dh dapat pria yang pasti kaupun menyukainya aku pasti menikah dengannya.
Aku yakin dan aku mempercayainya, ALLAH merancang kehidupan ini begitu sempurna. Tidak ada sesuatupun yang terjadi secara kebetulan dan sia-sia, maka bertemu dengan kalianpun para sahabatku aku yakin bukan karena suatu kebetulan belaka dan impianku untuk menjadi sarjana (sebenarnya awalnya tak pernah bermimpi untuk menjadi sarjana) tidaklah dibangun atas usahaku sendiri saja, ALLAH telah menolongku lewat keajaibannya, lewat tangan-tangan kalian para sahabatku,orang-orang sekitarku dan pada temanku yang belum kukenal, aku yakin sedikit banyaknya ada
yang pernah membuatku terinspirasi, termotivasi. Seandainya ada kata yang paling bagus daripada kata TERIMA KASIH maka akupun akan mengucapkannya untuk kalian semua. Banyak hal selama ini sikapku, perkataanku, yang pasti mengecewakan kalian bahkan mungkin sedikit kesalahanku, kebodohanku, ketidaktahuanku telah meruntuhkan kepercayaan, bahkan harga diri, kesalahan yang telah membuatku banyak belajar tentang makna hidup, dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri lagi, atas kesalahan-kesalahanku itu aku MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA, karena aku percaya setiap orang punya masalalu yang buruk, masa yang mungkin kita tak pernah lagi mau mengingatnya…..hidup kita adalah hari ini.
Besok tanggal 17 mungkin kita akan melihat masing-masing dari diri kita yang cantik, diri kita yang kita inginkan 4 tahun yang lalu, impian yang sama-sama kita perjuangkan. Besok tanggal 17 adalah hari bersejarah dan kita secara resmi masing-masing memiliki nama tambahan di belakang nama kita setelah itu kita kan terpisah dalam lingkungan-lingkungan yang baru yang mungkin untuk pendatang baru seperti kita bisa membuat “shocking soda” he….
Aku harap setelah ini kesuksesan masih terbentang mengiringi langkah-langkah kita, dan aku harap kita bisa KEREN seperti beliau guru-guru kita dan dosen-dosen kita!!
Aku tahu catatan kecilku ini bukan untuk di baca untuk umum, meski aku menulisnya di blogku ini, tapi jika suatu hari kau tersesat ke blogku ini dan kebetulan membaca tulisanku ini, aku ingin kamu tahu..aku mencarimu, meski orang lain membaca pesan ini aku kira mereka tidak akan tahu karena kata “Naftalena” hanya kaulah yang tahu meski anak kimia mengetahui kalau arti naftalena yang sebenarnya adalah “kapur barus”.
Aku ingin kamu tahu betapa aku terobsesi mencarimu, bahkan aku sudah menjelajahi dirimu ke Mbah Google, Mbahnya raja segala raja. Tapi tak ada data yang serupa dengan dirimu, dan tak ada data yang menunjukan dimana sekarang kau berada. Dan kini aku sudah letih, letih dalam ketidakberdayaanku,..biasanya jika datang rasa letih, sedih atau bosan seperti ini, kau selalu tahu dan selalu berkata “hari yang membosankan ya”, ”sore yang menyedihkan ya”. Selalu terngiang kata-kata itu ditelingaku.
Naftalenaku…..
Aku sekarang sudah sarjana kimia, dan aku tidak tahu apa yang mesti kuperbuat dengan gelar baruku ini, hanya saja aku selalu teringat dirimu yang senang sekali menertawakanku karena aku tak bisa mengetahui rumus struktur haloalkana. Kau tahu akhirnya bahasan hidrokarbon itu jadi konsep yang kupilih sebagai penelitianku. Lucu ya…….
Aku pikir, aku banyak menyakitimu, kau selalu tersenyum, menyambutku dengan hangat, menghiburku dikala sedih tapi sesungguhnya kau selalu terluka karena perlakuanku, ya aku ingin mengakuinya, dulu aku mencintai orang itu dan menuliskannya di phonebook ponselku sebagai “qurrata aini”. Kau dulu tak pernah marah, hanya berpura-pura betapa inginnya dirimu dipanggil qurrata aini olehku, dan saat itu aku mengerti betapa dirimu mencintaiku,…
Naftalenaku…
Kau pernah bertanya tentang cita-citaku apa?dan aku berkata padamu aku ingin menjadi ibu dari anak2mu, menjadi ibu yang luarbiasa, ibu ahli surga, ibu dari anak-anak yang hebat, ibu dari anak-anak yang dapat mencengkram dunia dengan tangannya, ibu dari anak-anak ahli surga dan bermanfaat untuk orang lain, aku juga berkata kalau aku ingin jadi penulis besar, ingin menjadi guru kimia, ingin menimba ilmu kimia di negeri sakura sana bersamamu, melahirkan anak kita yang pertama, dan ingin meraih gelar doktorku di inggris dan melhirkan anak keduaku disana, setelah mereka besar aku ingin membawanya keindonesia, mengenalkan pada mereka apa yang menjadi miliknya dulu, apa yang diwarisi nenek moyangnya dulu hingga ia tidak seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Dan saat itu kau terdiam, aku tidak tahu apa maksudmu, tapi semenjak kepergianmu, aku sudah menulis banyak, salah satunya aku sudah menulis cerpen kimia, cerpen2 kimiaku bisa kau lihat di situs kimia Indonesia, dan komennya ya sudah lumayan banyak, setidaknya saat aku menulis postingan ini untukmu komentnya ada yang berjumlah 200 kurang, aku harap suatu hari kau sempat membacanya di sana.^_^
Naftalenaku….
Semenjak kepergianmu, aku pernah mencintai dirinya seperti aku mencintai dirimu, hanya saja ya…dia bukan jodohku seperti aku denganmu, ternyata tuhan belum percaya memberikan setengah kepingan hatiku padaku. Tidak apa-apa bukan? Mungkin dengan begini, aku masih bisa belajar untuk lebih dewasa. Kau dulu berjanji mengajakku ketempatmu tinggal, melihat tempat di sana, gunung di sana, lautan di sana mungkin kalau ada he….dan sampai saat ini aku belum sempat menjenguknya kesana,( maafkan adhe ya…..mungkin lain kali).
Masih banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu, tapi aku cukup letih hari ini, jadi nanti kalau ada waktu aku akan bercerita lagi padamu………….oh iya, tanggal 17 aku wisuda lho…..apa kau mau memberiku ucapan selamt?
8 sept 2011
“jika kau bersedih lihatlah langit malam
Karena satu bintang kan ada disana…..”
Aku lupa lagi kata2mu itu selanjutnya”aku sudah demikian payah untuk mengingatnya…tapi aku berharap bayangan dirimu juga menghilang bersama puisi2mu lelakiku”
Membaca judul curhatan kali ini mungkin kau mengira kalau aku sudah mati he…mungkin, mungkin pada awalnya perasaanku yang mati. Tapi kini aku ingin hidup lagi tanpa merasakan apa itu cinta, benci dan sebagainya. Aku ingin hidup lagi dan memperbaiki apa yang sudah aku miliki, aku ingin menjadikan diri menjadi lebih berkualitas lagi.
Setelah apa yang kualami, aku merasa aku kurang dewasa dalam menghadapi banyak hal, aku ingin menata hidup aku kembali, menciptakan lagi mimpi2 yang dulu sempat kabur, menimba ilmu di jepang, menjadi istri yang shalehah, menjadi pengarang sebesar Sidney Sheldon atau Jk Rowling, menjadi Guru kimia dan menciptakan revolusi-revolusi baru sebagai sarjana muda.
Dear….
Mungkin aku banyak melakukan kesalahan selama ini, keputusan yang salah dan cara hidup yang salah, sehingga aku selalu mencintai orang yang salah dan dikala benar, aku salah dalam mencintainya. Sesungguhnya aku sudah letih dengan semua ni, dan merasa selalu sedih. Jika sudah letih begini aku suka merindunya, merindu lelaki yang mungkin sebenarnya tidak pernah memikirkan aku lagi, aku pernah menyia2kannya,NAFTALENAku…tapi kemanapun aku mencari, aku tak berhasil menemukannya lagi. Ya mungkin dia sudah bahagia dengan hidupnya hingga untuk mengingatku hanyalah sebuah keniscayaan. Tapi dengan statusku yang sudah sarjana, aku semakin merindunya…setidaknya jika mang rasa ini sudah tidak ada, aku ingin melihatnya apakah ia bahagia……karena gelar sarjana ini sedikit banyak karena dorongannya.
ass...dear besok tanggal 17 aku wisuda dear, tapi menjelang semua itu terjadi mimpi2ku untuk pergi ke jepang hadir kembali menggoda hati, sebelumnya aku memutuskan akan menikah di sini saja, membentuk keluarga kecil yang bahagia dan melupakan untuk pergi ke negeri sakura itu. tapi sekarang karena membentuk kelurgapun terputus sudah jadinya cita2 pengen ke jepang hadir lagi. masalahnya dulu begitu byk persiapan untuk pergi kesana sudh di jalani seperti beljr bahasa, ngumpulin uangnya atau menabung tapi karena dilupakan terpaksa sekarang dimulai dari nol lagi...................... mungkinkah cita2ku akan tercapai dear, semua revolusi sebelumnya gagal. dan tahun ini merupakan tahun yang paling merugi buat aku meskipun tahun ini ada yang beda yaitu ada pertambahan nama di belakang namaku Sarjana pendidikan.tapi ya sudahlah.......toh tidak ada kata terlambat untuk belajar