Aku tahu catatan kecilku ini bukan untuk di baca untuk umum, meski aku menulisnya di blogku ini, tapi jika suatu hari kau tersesat ke blogku ini dan kebetulan membaca tulisanku ini, aku ingin kamu tahu..aku mencarimu, meski orang lain membaca pesan ini aku kira mereka tidak akan tahu karena kata “Naftalena” hanya kaulah yang tahu meski anak kimia mengetahui kalau arti naftalena yang sebenarnya adalah “kapur barus”.
Aku ingin kamu tahu betapa aku terobsesi mencarimu, bahkan aku sudah menjelajahi dirimu ke Mbah Google, Mbahnya raja segala raja. Tapi tak ada data yang serupa dengan dirimu, dan tak ada data yang menunjukan dimana sekarang kau berada. Dan kini aku sudah letih, letih dalam ketidakberdayaanku,..biasanya jika datang rasa letih, sedih atau bosan seperti ini, kau selalu tahu dan selalu berkata “hari yang membosankan ya”, ”sore yang menyedihkan ya”. Selalu terngiang kata-kata itu ditelingaku.
Naftalenaku…..
Aku sekarang sudah sarjana kimia, dan aku tidak tahu apa yang mesti kuperbuat dengan gelar baruku ini, hanya saja aku selalu teringat dirimu yang senang sekali menertawakanku karena aku tak bisa mengetahui rumus struktur haloalkana. Kau tahu akhirnya bahasan hidrokarbon itu jadi konsep yang kupilih sebagai penelitianku. Lucu ya…….
Aku pikir, aku banyak menyakitimu, kau selalu tersenyum, menyambutku dengan hangat, menghiburku dikala sedih tapi sesungguhnya kau selalu terluka karena perlakuanku, ya aku ingin mengakuinya, dulu aku mencintai orang itu dan menuliskannya di phonebook ponselku sebagai “qurrata aini”. Kau dulu tak pernah marah, hanya berpura-pura betapa inginnya dirimu dipanggil qurrata aini olehku, dan saat itu aku mengerti betapa dirimu mencintaiku,…
Naftalenaku…
Kau pernah bertanya tentang cita-citaku apa?dan aku berkata padamu aku ingin menjadi ibu dari anak2mu, menjadi ibu yang luarbiasa, ibu ahli surga, ibu dari anak-anak yang hebat, ibu dari anak-anak yang dapat mencengkram dunia dengan tangannya, ibu dari anak-anak ahli surga dan bermanfaat untuk orang lain, aku juga berkata kalau aku ingin jadi penulis besar, ingin menjadi guru kimia, ingin menimba ilmu kimia di negeri sakura sana bersamamu, melahirkan anak kita yang pertama, dan ingin meraih gelar doktorku di inggris dan melhirkan anak keduaku disana, setelah mereka besar aku ingin membawanya keindonesia, mengenalkan pada mereka apa yang menjadi miliknya dulu, apa yang diwarisi nenek moyangnya dulu hingga ia tidak seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Dan saat itu kau terdiam, aku tidak tahu apa maksudmu, tapi semenjak kepergianmu, aku sudah menulis banyak, salah satunya aku sudah menulis cerpen kimia, cerpen2 kimiaku bisa kau lihat di situs kimia Indonesia, dan komennya ya sudah lumayan banyak, setidaknya saat aku menulis postingan ini untukmu komentnya ada yang berjumlah 200 kurang, aku harap suatu hari kau sempat membacanya di sana.^_^
Naftalenaku….
Semenjak kepergianmu, aku pernah mencintai dirinya seperti aku mencintai dirimu, hanya saja ya…dia bukan jodohku seperti aku denganmu, ternyata tuhan belum percaya memberikan setengah kepingan hatiku padaku. Tidak apa-apa bukan? Mungkin dengan begini, aku masih bisa belajar untuk lebih dewasa. Kau dulu berjanji mengajakku ketempatmu tinggal, melihat tempat di sana, gunung di sana, lautan di sana mungkin kalau ada he….dan sampai saat ini aku belum sempat menjenguknya kesana,( maafkan adhe ya…..mungkin lain kali).
Masih banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu, tapi aku cukup letih hari ini, jadi nanti kalau ada waktu aku akan bercerita lagi padamu………….oh iya, tanggal 17 aku wisuda lho…..apa kau mau memberiku ucapan selamt?
8 sept 2011
“jika kau bersedih lihatlah langit malam
Karena satu bintang kan ada disana…..”
Aku lupa lagi kata2mu itu selanjutnya”aku sudah demikian payah untuk mengingatnya…tapi aku berharap bayangan dirimu juga menghilang bersama puisi2mu lelakiku”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar