Dear diary setelah lama membangkai di asrama. Berkecimpung dengan kemalasan akupun merasa gerah juga. Tahu gak dear saking ngebetnya aku pengen keluar dari asrama, mpe aku mimpi seseorang menerangkan masa depan ponpesku ini kedepannya seperti apa. Gak tau itu mimpi benar apa tidak.
Dear…..menjelang ujian umum aku meminta anak-anak memberikan kesan dan pesannya ma aku. Seru-seru kesan pertamanya itu. Ada yang bilang gini, “ibu itu waktu pertama liat jutek banget. Bahkan terkesan galak. Kayaknya gak peduli sama anak. Bahkan ketemupun saya gak mau” waduh…..hehe…ada lagi yg bilang gini, ibu waktu pertama masuk selalu tersenyum CH3COOH. Hahaha masam dong!…..itu komentar anak2 lho yang lainnya banyak banget. Tapi pada intinya kesan pertama mereka bilang kalau saya jutek, gak suka tersenyum apalagi nyapa. Ya begitulah aku nak, kesan pertama semua orang pasti begitu, aku jutek, pendieum dan ya gitu deh mgkin sedikit menyebalkan hahaha….
Tapi kesini2 mereka bilang enjoy, bisa curhat,seru, menyenangkan, serius tapi santai. Dan yang paling buatq alhamdullh banget katanya, kalau belajar ma ibu saya berani bertanya tidak seperti kepada yang lain. Itu yang buatq alhamdullh dear akhirnya mereka bisa terbuka.
saya ingat cerita dosen saya dahulu bangunlah jembatan hati kepada siswa. Supaya mereka bisa mengerti apa yang kita ajarkan. Dengarlah apa kata mereka, keluhan mereka jadikanlah sampah di kelas menjadi berlian dengan tanganmu. Itu nasehatnya ketika aku hendak pergi dari bangku kuliah. Dan sekarang aku di depan anak-anak. Anak2 yang polos, cerdas dan kadang2 sedikit nakal.aku cinta mereka tuhan.dan jadikanlah rasa cinta ini mendorongku untuk menjadi guru yang lebih baik lagi amin.
Dear…..
Saya tidak pernah bercita2 menjadi guru, tapi mungkin karena saya suka hidup dengan mengalir ya akhirnya jadinya gini deh hehe….
Tapi alhamdullh semuanya terlihat indah meski dukanya tak kalah indah juga.
“buat anakq jadilh murid juara 1 sedunia”

