dear diary, aku gak tahu harus bagaimana mengatakannya. mungkin ini dikarenakan sikapku yang selalu mengalah, mengiyakan selama itu benar meski itu menyakitkan hati aku. dear....aku semakin hari semakin gak betah di sini. haruskah aku keluar dari permainan ini dear. mereka rasanya semakin hari semakin memojokkanq, menyindirku, mengisolasiku. aku tau hidup di sini katanya harus tebal muka tebal telinga, tapi aku gak kuat berjalan sendirian tanpa ada yang bisa kupercaya selain tuhanku sendiri. aku merasa sendiri tuhan....apakah ngkau juga meninggalkanq.
allah dengan cepat mengangkatku begitu rupa tapi sayangnya aku tak bisa memposisikan diriku seperti yang allah beri. merasa tidak PD dengan segala kemampuanku yang menurutku masih kurang.tapi suka ada orang yang benar2 tidk kompeten begitu percaya diri padahal apa yang dilakukannya salah. tuhan mang maha adil....
dear diary
rasanya aku ngebet kuliah lagi. atau satu2nya jalan aku harus nikah agar bisa keluar dari lingkaran yg menyiksa ini. tapi aku cinta anak2q..............
" seperti kata anakku
yah beginilah hidup"
allah dengan cepat mengangkatku begitu rupa tapi sayangnya aku tak bisa memposisikan diriku seperti yang allah beri. merasa tidak PD dengan segala kemampuanku yang menurutku masih kurang.tapi suka ada orang yang benar2 tidk kompeten begitu percaya diri padahal apa yang dilakukannya salah. tuhan mang maha adil....
dear diary
rasanya aku ngebet kuliah lagi. atau satu2nya jalan aku harus nikah agar bisa keluar dari lingkaran yg menyiksa ini. tapi aku cinta anak2q..............
" seperti kata anakku
yah beginilah hidup"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar