about me

Sabtu, 18 Juni 2011

Penyakit Alzheimer itu menguras airmata saya.

Assalamualaikum dear….
Lihat judul curhatan saya mungkin dear nyangka kalau yang kena penyakit Alzheimer itu adalah saya, sebenarnya bukan dear, penyakit itu ada di film, tapi karena gara-gara nonton film itu airmata saya hampir habis. Saya hanya membayangkan bagaimana kalau penyakit itu tiba-tiba menyerang saya dan saya belum mengatakan pada orang-orang disekitar saya betapa berartinya mereka dalam hidup saya. Saya belum pernah mengatakan saya cinta kamu umi, atau saya cinta kamu bapak! Tidak! Umiku juga lum pernah mengatakan itu mekipun begitu saya tahu cintanya mengalir setiap saat bahkan tak terbendung terhadap saya. Saya mendengar kata sayang dari bapak itu terakhir kali waktu saya kelas satu SMP, itu juga karena gara-gara saya menyuruh kakak saya menjual gelang saya ke
kota. Hari berikutnya ayah datang kekosan dan bercerita banyak hal dan dia tidak memarahiku, dia hanya mengatakan tiga kata itu, “bapak sayang kamu”. Dan tiga kata itu mampu membuat saya berani memaafkan bapak, kata itulah yang selalu  saya ingat setiap saya kesal padanya, teringat masalalu atau saya putus asa, saya selalu ingat bahwa ada bapak yang menyayangi saya jika saya putus asa dalam hidup.



kakakku
Ketika saya lihat film moment to remember, ceritanya begitu menguras airmata saya, saya kira saya harus menuliskan atau mengatakan apa-apa yang belum saya lakukan, sebelum penyakit itu menghancurkan saya, atau sebelum penyakit itu menghancurkan salah satu orang terdekat saya. saya ingin kalian tahu kalau SAYA MENCINTAI KALIAN SEMUA, DAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT SAYA. Umi.. meski diammu kadang kuartikan misteri, meski kadang tak kumengerti tapi aku sayang umi, saya tahu umilah perempuan yang paling mengerti perasaan saya, hidup saya, cita-cita saya. meski tak pernah terucap lewat bibirmu tapi saya tahu rasa sayang umi terasa selalu mengalir. Bapak. Meski bapak sering marah-marah, saya juga pernah membenci bapak waktu masa kecil saya tapi saya sangat sayang bapak. Bapak banyak mengajarkan saya hidup, kadang bapak sering melemahkan saya jika kita saling bercakap tapi sebenarnya bukan itu maksud bapak, bapak ingin saya kuat dan tidak cepat puas. Dan kakakku…ah kakakku, tak akan pernah dan tidak akan pernah kutemukan lagi kakak sepertimu, jika umi sayangnya selalu terlihat diam, maka kau bukti nyata terjemahan dari diamnya umi, saya selalu mengenang masa kecil kita, pertengkaran itu, permainan kita dan masa-masa yang membuatmu terlihat sangat keren di mata saya. Kita kadang berbagi uang koin hanya untuk merayakan kejuaraan  kita di hari kenaikan kelas, bermain di antara bunga padi, membuat burung dari tanah liat, mencari jamur bersama, menangkap merpati kakek, main masak-masak bersama, main boneka, ngerjain umi dan saya sangat bahagia karena semua itu. Kau selalu melindungiku, selalu berusaha mengertiku, berusaha menjadi tangan kanan kedua orang tua kita, dan SAYA SAYANG KAMU. Dan adikku…adikku ketika lahir begitu banyak kasih yang terlewatkan, masa kecilmu begitu buruk kurasa, tanpa mainan, tanpa teman, dan tanpa kasih sayang. Kau hanya belajar dari apa yang kulakukan, yang sebenarnya lebih buruk dari yang kakak kita berikan. Hidup dengan tekanan tak membuatmu bisa mengembangkan prestasimu, dan itu semakin memperburuk keadaan, kau suka menggambar seperti yang kulakukan. Tapi kini kurasa kau sudah menemukan hidupmu kembali, saya rasa saya lemah di matematika meski saya masuk jurusan kimia, tapi saya kira saya jago di hapalan, melukis, dan menulis. Dan kakakku sebaliknya dari saya, ia suka matematika dan olahraga, tapi ia tidak suka hapalan dan melukis, dan kau adikku saya kira kau memiliki keduanya, kau jago matematika, kau juga jago menulis dan suka olahraga.Semoga engkau jadi pemuda yang sempurna suatu hari nanti dan SAYA SAYANG KAMU.














Teruntuk umi, umi,umi,
Bapak, kakak,adek.
Terima kasih sudah menjadi keluarga saya dan menjadi bagian dari hidup saya.
I LOVE YOU ALL
17 juni 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar