about me

Senin, 14 November 2011

“Socking Soda” SARJANA MUDA


Asalamualaikum dear…..
Setelah pulang ke rumah aku merasa kebingungan harus mulai dari mana. Orang tuaku begitu gembira karena aku pulang dengan gelarku, benar kata mereka teman-temanku kata SARJANA itu obat yang sangat luar biasa buat mereka. Dan untuk ayahku aku sudah menyiapkan satu buah hadiah khusus untuknya yaitu lagu RHOMA IRAMA yang sudah kukumpulkan jauh-jauh hari dari teman-temanku, koleksianku atau yang sudah kuminta dari MBAH GOOGLE. Lagu-lagu itu kuburning ke CD lalu kuserahkan padanya. Ia begitu terkejut dan gembira ketika ia mendengarkan lagu kesukaanya
berkumandang yang jumlahnya tentu saja ratusan yang mungkin ini bisa menyita waktu kerjanya. Ia bertanya padaku “ darimana ini banyak sekali?dari laptop ya?” tanyanya sambil mencoba mengangguk-anggukkan kepalanya mencoba menikmati, bapakku selalu berpikir bahwa laptop adalah sejenis alat elektronik yang sudah tersedia di dalamnya berbagai fasilitas dan lagu-lagu yang lengkap. Aku jawab itu hasil dari download di internet, hah mana mengerti beliau internet, kata “internet” saja mungkin baru mendengarnya. “internet? Apa itu? ternyata ada alat yang lebih canggih dari laptop ya?” Tuh kan dia  Pikirinternet hadware, bagaimana aku menerangkan ini padanya? Lantas aku menjelaskan kalau internet itu suatu alat untuk mencari berbagai informasi cara kerjanya mirip seperti menggunakan Henpon miliknya, kenapa nomor kita bisa terhubung dengan nomor orang lain itu karena adanya signal dan adanya pulsa, jadi internet juga seperti itu mesti ada modem dan juga pulsa yang bisa diterapkan ke leptopku untuk mendownload semua lagu.
Dear …
Untuk mendapatkan pekerjaan di kampungku sudah marak dengan istilah harus memakai D3. Ini bukan diploma tapi artinya katanya “duit, deket, dukun”, dan ini sudah begitu kental di masyarakatku” bukan hal yang aneh lagi” alhasil ketika aku mau melamar pekerjaanpun mereka bilang “kau tidak mungkin bisa menjadi guru jika hanya modal melamar saja sendiri, tanpa uang atau orang dalam” aku tidak mau mengakuinya bagaimanapun 4 tahun selama menjadi mahasiswa aku tidak pernah menjadi orang yang seperti itu, mengandalkan kemampuan orang lain dalam meraih nilai, meraih nilai dengan berusaha mendekati dosen atau menjilat prody, tidak! Itu tidak pernah ada dalam kamus hidupku. Semua orang berhasil karena usahanya dan campur tangan tuhan yang di atas. Dan aku sebenarnya kalau mau bisa saja mendapatkan semua pekerjaan ku dengan menggunakan kerabat-kerabat ibuku,(kerabat ibuku hampir semuanya orang atas, mereka semua menawari untuk bekerja di sekolahnya tapi aku tak sudi mau di taruh dimana ini mukaku)Tapi ketika aku bertanya sana-sini mencari lowongan setengah putus asa akhirnya mau tidak mau aku harus mengakui, D3 itu obat yang sangat MUJARAB untuk sarjana muda seperti ku ini. Bahkan ada yang sekolah itu semuanya kaum kerabatnya, itu sekolah masih system kerajaan rupanya bukan republik lagi. Ini bukan lelucon dear, kenyataan di lapangan sebenarnya membuatku sangat “socking soda”. Dan yang lebih menggemaskan lagi ada seseorang yang saudaranya itu kerjanya di pemerintahan nah semua kaum kerabatnya itu di pegawai negeri sipilkan, dan mereka sendiri yang menggembor-gemborkan semua kejelekannya itu pada masyarakat seakan-akan mereka bangga dengan hasilnya. Jabatan pegawai negeri sipil (PNS) sudah diperjualbelikan dear, kasihan sekali pemerintah, pemerintah berupaya mengangkat pegawai negeri sipil itu dengan melalui tes, supaya pendidikan di negeri ini meningkat setidaknya setara dengan negeri-negeri lain. Tapi apa yang terjadi di lapangan? Tes itu hanyalah sekedar kedok, siapa yang menang siapa yang diangkat? Mungkin mang benar ada yang jujur melakukannya tapi jika dibandingkan dengan yang tidak jujurnya bagaikan seribu satu. Dan apa artinya itu, orang jujur bagaikan buih di tengah lautan tak terlihat sama sekali. Karena upaya pemerintah itu juga sekarang guru bukan berusaha saling cepat meningkatkan pendidikan tapi malah saling cepat menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan PNS supaya mendapatkan kehidupan yang layak. Di masyarakat bahkan ada istilah seperti ini “tidak apa-apa menjual harta benda sekalipun untuk menyogok menjadi PNS, toh nanti juga uang kembali lagi” mending sekaligus menjadi PNS kalau tidak bagaimana?padahal harta semua sudah habis. Tapi ada lagi yang bilang seseorang padaku yang sudah jadi PNS tapi ia adalah salah satu yang jujur dalam mendapatkan jabatan itu. “ia bilang untuk apa meh mau menjadi PNS? Saya juga nyesel sudah jadi PNS pengen keluar” ini pernyataan menggelikan bukan, orang lain berlari untuk mendapatkannya tapi ia sendiri malah ingin keluar dari lingkaran itu. Selidik punya selidik ternyata ia di kantornya tidak betah lagi karena terlalu banyaknya manipulasi yang harus ia kerjakan padahal itu sangat bertentangan dengan hatinya. Itu yang selama ini membuatnya tidak nyaman.hmm…jadi bukan waktu mendapatkannya saja rupanya banyak kebohongan tapi waktu sudah menjadi PNS juga tidak bisa menghindar dari semua itu.
Lantas siapa yang paling merasa di rugikan dalam hal ini dear? Menurut saya tentu saja siswa-siswa di sekolah. Kok bisa?  Bisalah….mereka yang paling banyak menjadi korban dari permainan ini, mereka di ajar oleh guru yang yang tentu saja mungkin tidak kompeten.guru yang suka meninggalkan kelas dan sebagainya. suka atau tidak suka .rela atau tidak rela begitulah kenyataan yang terjadi di lapangan.indonesia  ya gitu dehh.....harus terus melawan lupa. sebenanrnya menurutku semua prilaku di mulai dari sekolah. mari kita menata diri kita kembali mulai dari diri sendiri, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang mulya dan di mulyakan orang. amin
14/11/2011
"Pendidikan adalah hak semua orang"

BANGSAKU…TERNYATA SEPENUHNYA BELUM MERDEKA


Assalamualaikum dear……….
Setelah kudapatkan gelar sarjana aku pun pulang ke kampong halamanku, kau tahu aku merasa sedih sekali bila kulihat jalan-jalan itu. Karena mungkin aku tidak akan melaluinya lagi, ini yang terakhir aku ada di mobil ini begitu pikirku, dan ada yang selalu mengusikku tiap aku pergi ke bandung, atau aku pulang dari bandung…jalanan itu, penuh dengan berbagai macam orang, anak-anak, orang tua,
pengemis, gelandangan, pengamen, orang miskin, kaya, semuanya ada benar kata Andrea Hirata “jika kita ingin melihat seni yang sebenarnya kita bisa melihatnya di jalanan”. Ada hal yang selalu mengusikku, pengamen itu, empat tahun aku bolak balik bandung- sukabumi jadi aku hapal sekali mana pengamen yang suaranya merdu atau biasa saja, dan diantara mereka adalah anak-anak kecil, bahkan anak kecil yang ngomongnya saja belum bisa, apalagi menyanyi. Hidup memang keras! Tapi hatiku tersentak tiap kali melihat mereka, hati sarjana pendidikanku begitu tersinggung melihat mereka. Aku, aku guru negeri ini sekarang dan di depanku adalah anak-anak kecil yang butuh sekali pendidikan, mungkin seharusnya mereka ada di bangku sekolah berkutat dengan buku-bukunya tapi ini malah berkeliaran naik bis satu dengan yang lainnya.di mana undang-undang yang mengatakan bahwa pendidikan itu hak semua orang? Mungkin pemerintah sebelumnya sudah menangani para pengamen ini, tapi benarkah? Jika benar kenapa selama 4 tahun mereka masih bernasib sama dan mengamen di bisku. Aku berpikir mungkin saja diantara anak-anak itu ada yang di takdirkan menjadi orang nomor satu negeri ini atau menjadi pemimpin negeri ini, bagaimana mungkin seorang pemimpin negeri ini? Ini membuatku sangat kesal dan sedih. Aku merasa sedih karena ketidakberdayaanku.
Dear…..
Bangsa ini sudah merdeka puluhan tahun yang lalu, tapi apa sebenarnya arti kemerdekaan itu sendiri?bangsa ini belum merdeka…aku tahu pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kebodohan, kemiskinan belum sembuh dan masih menjadi borok negeri ini yang terus-terusan menggrogoti….,MARI KITA BERJUANG BERSAMA LUKA ITU.
Dalam perjalanan pulang
2/9/2011
“Mari kita belajar”

Selasa, 27 September 2011

Sesudah Sarjana

ass...dear.menjelang habis wisuda semuanya rasanya terasa beda, emosi yang berbeda, suasana kosan yang berbeda dan sebagainya. tahukah kau dear bahkan ibu kosanku seperti mau mengusirku saajo sakit rasanya padahal aku di kosan masih bayar plus mang masih di bandung itu lagi ngurus2 skripsi dulu.

dear,......mungkin inilah kehidupan yaang sesungguhnya, aku dibuat shocking soda karena lum ada pekerjaan yang cocok. mang banyak yang nawarin tapi semuanya adanya di SMK baru. jadi pengalamanpun aku harus buat sendiri lum bisa belajar dari orang lain. kemarin bu yunita pembimbing aku nawari kerja di papua nugini..wow...itu memang impian aku sejak kecil tapi sampai saat ini aku lum bisa eninggalkan ortu di rumah secara aku satu2nya anak peempuannya.sedih, bingung, kesal terus menyergap da lagi..lagi ibu sudah menagih kapan nikah? wakakak.....entar aja deh bu klo dh dapat pria yang pasti kaupun menyukainya aku pasti menikah dengannya.

Selasa, 13 September 2011

IMPIANKU TIDAKLAH DIBANGUN OLEHKU SEORANG DIRI…..


Aku yakin dan aku mempercayainya, ALLAH merancang kehidupan ini begitu sempurna. Tidak ada sesuatupun yang terjadi secara kebetulan dan sia-sia, maka bertemu dengan kalianpun para sahabatku aku yakin bukan karena suatu kebetulan belaka dan impianku untuk menjadi sarjana (sebenarnya awalnya tak pernah bermimpi untuk menjadi sarjana) tidaklah dibangun atas usahaku sendiri saja, ALLAH telah menolongku lewat keajaibannya, lewat tangan-tangan kalian para sahabatku,orang-orang sekitarku dan pada temanku yang belum kukenal, aku yakin sedikit banyaknya ada
yang pernah membuatku terinspirasi, termotivasi. Seandainya ada kata yang paling bagus daripada kata TERIMA KASIH maka akupun akan mengucapkannya untuk kalian semua. Banyak hal selama ini sikapku, perkataanku, yang pasti mengecewakan kalian bahkan mungkin sedikit kesalahanku, kebodohanku, ketidaktahuanku telah meruntuhkan kepercayaan, bahkan harga diri, kesalahan yang telah membuatku banyak belajar tentang makna hidup, dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri lagi, atas kesalahan-kesalahanku itu aku MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA, karena aku percaya setiap orang punya masalalu yang buruk, masa yang mungkin kita tak pernah lagi mau mengingatnya…..hidup kita adalah hari ini.
Besok tanggal 17 mungkin kita akan melihat masing-masing dari diri kita yang cantik, diri kita yang kita inginkan 4 tahun yang lalu, impian yang sama-sama kita perjuangkan. Besok tanggal 17 adalah hari bersejarah dan kita secara resmi masing-masing memiliki nama tambahan di belakang nama kita setelah itu kita kan terpisah dalam lingkungan-lingkungan yang baru yang mungkin untuk pendatang baru seperti kita bisa membuat “shocking soda” he….
Aku harap setelah ini kesuksesan masih terbentang mengiringi langkah-langkah kita, dan aku harap kita bisa KEREN seperti beliau guru-guru kita dan dosen-dosen kita!!


15 sept 2011
"menjelang Wisuda"

Kamis, 08 September 2011

UNTUKMU NAFTALENAKU……


Naftalenaku….
Aku tahu catatan kecilku ini bukan untuk di baca untuk umum, meski aku menulisnya di blogku ini, tapi jika suatu hari kau tersesat ke blogku ini dan kebetulan membaca tulisanku ini, aku ingin kamu tahu..aku mencarimu, meski orang lain membaca pesan ini aku kira mereka tidak akan tahu karena kata “Naftalena” hanya kaulah yang tahu meski anak kimia mengetahui kalau arti naftalena yang sebenarnya adalah “kapur barus”.

Aku ingin kamu tahu betapa aku terobsesi mencarimu, bahkan aku sudah menjelajahi dirimu ke Mbah Google, Mbahnya raja segala raja. Tapi tak ada data yang serupa dengan dirimu, dan tak ada data yang menunjukan dimana sekarang kau berada. Dan kini aku sudah letih, letih dalam ketidakberdayaanku,..biasanya jika datang rasa letih, sedih atau bosan seperti ini, kau selalu tahu dan selalu berkata “hari yang membosankan ya”, ”sore yang menyedihkan ya”. Selalu terngiang kata-kata itu ditelingaku.
Naftalenaku…..
Aku sekarang sudah sarjana kimia, dan aku tidak tahu apa yang mesti kuperbuat dengan gelar baruku ini, hanya saja aku selalu teringat dirimu yang senang sekali menertawakanku karena aku tak bisa mengetahui rumus struktur haloalkana. Kau tahu akhirnya bahasan hidrokarbon itu jadi konsep yang kupilih sebagai penelitianku. Lucu ya…….
Aku pikir, aku banyak menyakitimu, kau selalu tersenyum, menyambutku dengan hangat, menghiburku dikala sedih tapi sesungguhnya kau selalu terluka karena perlakuanku, ya aku ingin mengakuinya, dulu aku mencintai orang itu dan menuliskannya di phonebook ponselku sebagai “qurrata aini”. Kau dulu tak pernah marah, hanya berpura-pura betapa inginnya dirimu dipanggil qurrata aini olehku, dan saat itu aku mengerti betapa dirimu mencintaiku,…
Naftalenaku…
Kau pernah bertanya tentang cita-citaku apa?dan aku berkata padamu aku ingin menjadi ibu dari anak2mu, menjadi ibu yang luarbiasa, ibu ahli surga, ibu dari anak-anak yang hebat, ibu dari anak-anak yang dapat mencengkram dunia dengan tangannya, ibu dari anak-anak ahli surga dan bermanfaat untuk orang lain, aku juga berkata kalau aku ingin jadi penulis besar, ingin menjadi guru kimia, ingin menimba ilmu kimia di negeri sakura sana bersamamu, melahirkan anak kita yang pertama, dan ingin meraih gelar doktorku di inggris dan melhirkan anak keduaku disana, setelah mereka besar aku ingin membawanya keindonesia, mengenalkan pada mereka apa yang menjadi miliknya dulu, apa yang diwarisi nenek moyangnya dulu hingga ia tidak seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Dan saat itu kau terdiam, aku tidak tahu apa maksudmu, tapi semenjak kepergianmu, aku sudah menulis banyak, salah satunya aku sudah menulis cerpen kimia, cerpen2 kimiaku bisa kau lihat di situs kimia Indonesia, dan komennya ya sudah lumayan banyak, setidaknya saat aku menulis postingan ini untukmu komentnya ada yang berjumlah 200 kurang, aku harap suatu hari kau sempat membacanya di sana.^_^
Naftalenaku….
Semenjak kepergianmu, aku pernah mencintai dirinya seperti aku mencintai dirimu, hanya saja ya…dia bukan jodohku seperti aku denganmu, ternyata tuhan belum percaya memberikan setengah kepingan hatiku padaku. Tidak apa-apa bukan? Mungkin dengan begini, aku masih bisa belajar untuk lebih dewasa. Kau dulu berjanji mengajakku ketempatmu tinggal, melihat tempat di sana, gunung di sana, lautan di sana mungkin kalau ada he….dan sampai saat ini aku belum sempat menjenguknya kesana,( maafkan adhe ya…..mungkin lain kali).
Masih banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu, tapi aku  cukup letih hari ini, jadi nanti kalau ada waktu aku akan bercerita lagi padamu………….oh iya, tanggal 17 aku wisuda lho…..apa kau mau memberiku ucapan selamt?


8 sept 2011
“jika kau bersedih lihatlah langit malam
Karena satu bintang kan ada disana…..”
Aku lupa lagi kata2mu itu selanjutnya”aku sudah demikian payah untuk mengingatnya…tapi aku berharap bayangan dirimu juga menghilang bersama puisi2mu lelakiku”




AKU ingin HIDUP LAGI



Ass dear…
Membaca judul curhatan kali ini mungkin kau mengira kalau aku sudah mati he…mungkin, mungkin pada awalnya perasaanku yang mati. Tapi kini aku ingin hidup lagi tanpa merasakan apa itu cinta, benci dan sebagainya. Aku ingin hidup lagi dan memperbaiki apa yang sudah aku miliki, aku ingin menjadikan diri menjadi lebih berkualitas lagi.
Setelah apa yang kualami, aku merasa aku kurang dewasa dalam menghadapi banyak hal, aku ingin menata hidup aku kembali, menciptakan lagi mimpi2 yang dulu sempat kabur, menimba ilmu di jepang, menjadi istri yang shalehah, menjadi pengarang sebesar Sidney Sheldon atau Jk Rowling, menjadi Guru kimia dan menciptakan revolusi-revolusi baru sebagai sarjana muda.

Dear….
Mungkin aku banyak melakukan kesalahan selama ini, keputusan yang salah dan cara hidup yang salah, sehingga aku selalu mencintai orang yang salah dan dikala benar, aku salah dalam mencintainya. Sesungguhnya aku sudah letih dengan semua ni, dan merasa selalu sedih. Jika sudah letih begini aku suka merindunya, merindu lelaki yang mungkin sebenarnya tidak pernah memikirkan aku lagi, aku pernah menyia2kannya,NAFTALENAku…tapi kemanapun aku mencari, aku tak berhasil menemukannya lagi. Ya mungkin dia sudah bahagia dengan hidupnya hingga untuk mengingatku hanyalah sebuah keniscayaan. Tapi dengan statusku yang sudah sarjana, aku semakin merindunya…setidaknya jika mang rasa ini sudah tidak ada, aku ingin melihatnya apakah ia bahagia……karena gelar sarjana ini sedikit banyak karena dorongannya.


7 sept 2011


Seperti kata chairil anwar
“Aku ingin hidup seribu tahun lagi”

Senin, 05 September 2011

Mimpi-Mimpi itu Datang Kembali

ass...dear
 besok tanggal 17 aku wisuda dear, tapi menjelang semua itu terjadi mimpi2ku untuk pergi ke jepang hadir kembali menggoda hati, sebelumnya aku memutuskan akan menikah di sini saja, membentuk keluarga kecil yang bahagia dan melupakan untuk pergi ke negeri sakura itu. tapi sekarang karena membentuk kelurgapun terputus sudah jadinya cita2 pengen ke jepang hadir lagi. masalahnya dulu begitu byk persiapan untuk pergi kesana sudh di jalani seperti beljr bahasa, ngumpulin uangnya atau menabung tapi karena dilupakan terpaksa sekarang dimulai dari nol lagi......................

mungkinkah cita2ku akan tercapai dear, semua revolusi sebelumnya gagal. dan tahun ini merupakan tahun yang paling merugi buat aku meskipun tahun ini ada yang beda yaitu ada pertambahan nama di belakang namaku Sarjana pendidikan.tapi ya sudahlah.......toh tidak ada kata terlambat untuk belajar



6sept 2011
dengan penuh cinta peluk aku Tuhan























































































































Selasa, 23 Agustus 2011

Pesan Terakhir Yang Pernah Kudengar Layaknya Sabda

ass....dear

.senengnya hari ini karena hari ini namaku bertambah di belakangnya ada kata SARJANA PENDIDIKAN" waw...!! mendengarnya saja rasanya penuh dengan sejuta beban. hari ini aku sidang munaqosyah dan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. aku senang sekaligus sedih, senang karena semua ini bisa kulalui, senang karena selama 4 tahun susah senangku terbayar hari ini, sedihnya karena aku akhirnya sendiri lagi, berpisah dengan teman2 dengan almamater tercinta, ya tuhan...
sebelum pulang bapak sekertaris jurusan sama bapak PD 3 berpesan padaku dan yang lainnya. kata beliau ada 5 hal yang belum bisa kami lakukan selama menjadi guru,

pertama kami belum bisa MENCINTAI murid2 kami atau siswa2 kami, maka dari itu kuserahkan kepada kalian jika nanti menjadi guru/dosen cintailah murid2 kalian karena mereka selalu membutuhkan cinta kalian.
kedua hal yang bel;um bisa kami lakukan adalah MEMBERI KEADILAN pada murid2 kami, maka kalian perlu tahu kalau murid2 kalian selalu ingin di perlakukan adil oleh kalian sebagai gurunya.
ketiga hal yang belum bisa kami lakukan adalah MENILAI mereka siswa-siswi kami, sebagai guru, kalian harus bisa menilai mereka dengan baik, karena sebenarnya mereka tampil didepan kelas sebenarnya sudah mengiklankan diri mereka, ke empat yang belum bisa kami lakukan pada siswa-siswi yaitu MEMAHAMI MEREKA, maka jika kalian menjadi guru pahamilah mereka, karena sesungguhnya mereka butuh sekali pemahaman kalian ketika di kelas, bukan saja siswa yang nakal yang butuh pemahaman akan tetapi yang pintar pun,atau siswa yang miskinpun butuh pemahaman kalian,ingin di mengerti.
yang terakhir kelima yang belum bisa kami berikan pada murid2 kami yaitu MENGERTI PERASAAN ANAK DIDIK KAMI, oleh karena itu jika kalian menjadi guru berilah pengertian pada mereka" satu lagi kalimat dahsyatnya adalah "jika kau menjadi guru, sentuhlah sampah di kelasmu sehingga menjadi berlian" maksudnya didiklah, bentuklah, sayangilah, cintailah anak didik kita sampai yang tadinya bukan apa2 menjadi manusia yang luar biasa sikap, prilaku dan IQ nya.


23 agustus 2011
seperti kata umiku
"mari belajar"



Sabtu, 20 Agustus 2011

HATIKU BUKAN BERASAL DARI TUMPUKAN MAAF


Ass…dear
Jika ada seorang pria yang pernah mencintaimu lalu pergi dengan wanita lain, terus setelah luka di hatimu kering ia datang padamu dan memintamu menikah dengannya. Apa yang akan kamu lakukan dear….?
Itu yang pernah terjadi padaku dear, aku pernah sangat mencintainya, SANGAT. Ya..aku pernah merasa seperti itu, seakan-akan dia adalah jodoh yang sebenarnya di kasih tuhan untukku. Ketika ia menghianatiku, mencabik2 hatiku, selingkuh dengan wanita lain, aku ngdrop habis2an. Sempat saja aku berpikir aku ingin meminta tuhanku mencabut hati yang kumiliki karena sakitnya. Dan aku berjuang untuk mengalahkan semuanya, semua yang
membuatku sakit tiada tara, semua yang membuatku ingin muntah saja, dan kau juga pasti tahu itu tidak mudah, butuh waktu yang sangat lama. Lalu tiba2 setelah aku bisa hidup lagi (ya istilahnya baru bangkit lagi semangat hidupnya), bisa ikhlas melepasnya, melupakan semua perlakuannya ia datang kembali dan meminta nikah, ia bahkan bilang tak ada yang lebih baik daripada diriku. Kalau saja…kalau saja semua itu datang ketika hatiku belum sepenuhnya bisa melepasmu mungkin aku bahagia menerimanya. Sayangnya dia datang pada waktu yang tidak tepat, setelah semua yang terjadi dilakukannya emang gampang gitu menghapus semua luka2 itu, aku sudah memaafkannya tapi memaafkan bukan berarti melupakan. Berapa kali aku selalu memaafkannya dengan harapan dia bisa berubah. Tapi sayangnya untuk sekarang aku tak bisa kembali lagi, hatiku bukan dibuat dari tumpukan maaf. Jadi SUDAH SAJA JANGAN MERENGEK, MERAYUKU, BERJANJI2 GOMBAL, AKU SUDAH TIDAK PEDULI LAGI, HUBUNGAN KITA SUDAH LAMA PUTUS DAN SEMUANYA END, TITIK….!!
Kebalikan cinta itu bukan benci tapi tidak peduli, ya itu benar adanya….dulu aku sangat membencinya, bahkan rasanya benci itu begitu dekat dengan urat nadiku. Tapi sekarang tak ada sedikitpun yang tersisa rasa benci di diriku, aku sudah menganggapnya ia bukan bagian dari hidupku lagi, bahkan kadang-kadang aku lupa apa aku pernah kenal dengannya?

Menjelang sidang munaqosyah, 20 agustus 2011
Seperti kata Indah DP
“Tak pernah kau tahu begitu sakitnya aku
Kau anggap diriku dilihatmu dengan sebelah matamu
Dilema tuk diriku mencintaimu mengartikanmu
Biarkan aku bersalah di depan matamu
Selalu ku membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namun ku terlanjur cinta……”

Minggu, 14 Agustus 2011

Rahasia Tuhan yang Tak Terduga..

Ass dear...
dulu kau pun tahu dear, aku begitu sedih, kecewa, dan hampir putus asa, ketika aku tahu kalau dosen pembimbing akademikku dan dosen pembimbing keduaku sakit. hari itu aku hampir putus asa, apalagi melihat teman-temanku yang sudah bimbingan banyak. yang bisa kulakukan waktu itu hanya bisa berdoa dan berdoa untuk kedua dosenku itu.aku gak mau ketemu sama teman2 sekelasku, karena aku pikir semangatku pasti terkikis habis.
dear....
dan kini menjelang sidang munaqosyah tiba, aku baru mengerti semuanya, semua rencana tuhan atas ujian itu, ternyata banyak hikmah buat aku, dan teman2 yang dulu yang semangat bimbingan tanpa ada rintangan kini dapat giliran ujian, mereka susah sekali dapat ACC dari dosen pembimbingnya. allah punya rencana lain rupanya pada tiap2 orang.

kau tahu dear menjelang sidang munaqosyah ini, ada juga yg kehilangan laptopnya sama semua data menyangkut skripsinya, berkat kejadian semua yg ada di depan mataku ini, diam2 aku mulai belajar bersyukur, allah masih menyayangi aku dengan begitu berlimpahnya, ya walaupun pada awalnya aku gak bisa bimbingan ternyata berapa kali bimbingan sudah bisa dapat ACC. alhamdullah ya rabb.....

Sabtu, 13 Agustus 2011

CHEMISTRY EDU. 2007 I LOVE YOU ALL


Ass…..dear
Tahukah kau dear minggu ini aku sidang munaqosyah, jauh-jauh hari sudah deg2an, kata sifatwamh temenq, mendadak jantung pindah ke kepala. Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari minta acc dosen pembimbing sampai nyiapin draf skripsi yang sudah jadi. Kata gina sahabatku di kelas, ini perjuangan terakhir kita di Universitas, (tapi sebenarnya perjuangan sesungguhnya masih panjang di depan mata).
Sidang munaqosyah, mengingatnya rasanya hatiku remuk redam,
bagaimana tidak…ni adalah ujian terakhir selama proses pembelajaran di Universitas, sebentar lagi keluar, jadi anggota masyarakat yang baru dan berjuang sendirian tentunya. Seperti dulu waktu keluar SMA, keluar SMA sempat menjadi bingung nentukan universitas, sekarang keluar dari Universitas bingung karena menghadapi hidup yang sesungguhnya, biasanya aku tergantung pada mereka orang tuaku, kakakku, sahabatku di kelas, sekarang dilepas, bagaimana….belum terbayang hidup di luar sendirian, dan ingat sidang munaqosyah
itu artinya aku sebentar lagi keluar dari universitasku tercinta ini, sedih dear…beneran. Saat berpisah masih lama dengan teman2ku tapi rasa kangenku sudah berkumpul ditenggorokanku.
Chemistry edu, 4 tahun kami selalu bersama dan mungkin besok kami berpisah satu persatu mencari dunianya sendiri. Kami kan terpisah dalam bentuk puzzle-puzzle lagi seperti dulu sebelum masuk Universitas. Huhu…. sedih banget. Banyak kenangan bersama mereka, saat diskusi bareng di kelas, buka bareng, masak-masak bareng, belajar bareng, tamasya bareng, nonton bola, praktikum dan juga penelitian. Huhu…chemistry edu 2007 I love you all. Aku berharap suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi melanjutkan episode perjalanan kita yang tertunda ini, tentunya waktu akan merubah kita semua menjadi pribadi2 yang berbeda dalam keadaan sukses menjalani hidup atau tidak.



Bdg,13 agustus 2011
Seperti kata The Masiv
“Jangan Menyerah”

Kamis, 21 Juli 2011

Hari Menjelang Sidang Komprehenship



Ass….dear,
tahu gak 6 hari lagi sidang kompre, dan aku mulai gelisah biasa diserang penyakit Gejala Stress.stres memikirkan bagaimana nanti, gimana kalau gak lu2s, gimana kalau pertanyaan nya gak sesuai dengan yang aku hapalin, bagaimana…??
Dan tiap malam aku diserang insomnia, tapi karena tegang aku gak bisa ngapalin buku-buku, ya ampun ni aku belajar kayak baru kemarin aja, padahal udah puluhan kali aku ujian sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA dan sekarang perguruan tinggi tapi tegangnya kayaknya beda dari ujian
yang dulu-dulu, harapharap cemas. Tuhan Kumohon Biarkan aku bisa melewati ini semua.

Rabu, 20 Juli 2011

Ujian Datang Sesuai Kemampuannya


Ass…dear
Dear tahu gak, ujian komprehenship sama munaqosyah semakin dekat saja, tapi semakin dekat dengan ujian skripsi ini semakin banyak cobaan yang menimpa, ada yang hilang laptopnya, so skripsinya mesti dibuat lagi sedini mungkin, ada juga yang masih di curat-coret instrumennya atau lum ada yang bisa validasi. Aku sendiri dear hardisk laptop aku kena, untungnya data skripsinya bisa di selamatkan, hampir saja. Kakakku bilang sesuatu yang sangat berarti untuk didapatkan memang biasanya sangat berat cobaannya tapi disana letaknnya keasyikan, jika kita berhasil itu hasilnya terasa manis sekali.tanah liat juga untuk menjadi keramik yang sangat indah ia harus melalui beberapa ujian dulu bukan?tapi ujian yang tuhan berikan pasti akan sesuai dengan yang
di tanggungnya. Aku juga kalau dua dosen pembimbingku tidak sakit mungkin aku panic ketika hardiskku rusak. Saya Cuma ingin berkata sama teman-temanku BERTAHANLAH! TERUSLAH BERJUANG, KEMENANGAN KITA SUDAH ADA DI DEPAN MATA!

Senin, 18 Juli 2011

Laptop Malangku...............


Ass dear....
skripsiku baru aja selesai eh gak taunya tuh laptop mesti ganti hardisknya. ceritannya ada peringatan di layar mesti ganti hardisk, aku bingung pas nanya temen katanya dia malah ngomong skripsi kamu cepat backup ke plasdisk soalnya laptop kamu bentar lagi mati. aku terkejut dong, kok bisa, padahal tuh data di laptop bukan data skripsi aja, malah ada buku online aja hampir 2 ribu, lum data-data cerpenku, novelku yang lum kelar karena skripsi.oalah ma...selain itu juga poto-poto kenangan juga banyak,
film kesukaan aku, tulisan-tulisanku, data-data kuliah dan segala tetek bengek lainnya yang pentingnya sama dengan anak sendiri, lebay deh hihi...
tapi benar habis dengar itu aku socking soda banget, terlalu banyak data yang poenting yang belum sempat ku backup sebelumnya.
kataku sama laptopku" jangan dulu matilah, skripsiku bagaimana lum di ACC, ibu dosenku lum sembuh, lum direvisi, entar ajalah kalau mo mati kalau aku dah wisuda dah kerja"
tapi namanya juga alat elektronik mana bisa ngomong dear, dan tahu gak dear laptop itu dah menemani perjalanan kuliahku dah hmpir 4 tahun. dan dear aku sayang banget ma laptopku...makanya di skripsi kan suka ada halaman terima kasih, aku tulis di sana untuk laptopku terimakasih meski kau menemaniku dengan tertatih-tatih tapi kau sempat bertahan demi aku.
laptopku sayang...laptopku malang

Jumat, 15 Juli 2011

YANG PERNAH HINGGAP MENJADI MIMPIKU…..


Ass….dear
Sambil sedikit revisi skripsiku di temani lagu sang pemimpi, hari ini aku jadi terkenang akan masa-masa kecilku yang telah menjadi masa laluku. Dear dulu waktu kecil aku suka sekali jika pergi diajak umi ke sawah. Meski waktu itu aku belum bisa membantu apa-apa, tapi kediamanku duduk di pematang sawah cukup membantu mereka bisa mengawasiku. Aku suka duduk di pematang sawah dear sambil melihat orang tuaku menanam padi, memakai tudung kepala yang biasa kami sebut “dudukuy cetok”. Aku tidak tahu tudung kepala itu awalnya dari mana tapi kalau dilihat dari bentuknya kemungkinan besar itu dari Jepang, maksudku sisa peninggalan penjajahan jepang yang
mewariskan kebudayaannya terhadap kaum pribumi atau terhadap masyarakat di desaku. Satu hal kesukaanku dari semua itu aku suka menatap langit membuntuti jejak kapal-kapal jet (kapal yang bahan bakarnya dari batu bara, sehingga meninggalkan jejak kepulan asap di langit). Dulu aku berkhayal seandainya aku jadi pilot kapal jet itu tentu aku bisa tahu ada apa di balik gunung yang ada dihadapanku ini (baru aku ketahui ternyata setelah besar kalau dibalik gunung  itu ternyata lautan pasifik, perlu diketahui desaku dikelilingi gunung persis berbentuk teluk yaitu lautan yang menjorok kedaratan).
Jika panen padi di sawah tiba,Umiku suka sekali memberikanku burung piit (semacam burung yang suka memakan biji padi). Lalu ia akan mengajak aku dan kakakku menangkap ikan di sawah (dulu orang tuaku jika menanam padi ia juga akan memelihara ikan mas di tempat yang di tanam padi itu, semacam tumpang sari.jadi jika panen tiba,selain padi yang di panen ikan juga turut di panen). Aku akan berebutan ikan yang paling besar dengan kakaku dan tentu saja aku yang akan menang karena jika aku tidak menang maka aku akan menangis. Setelah padinya di panen kakaku akan membuatkanku terompet dari batang padi kami akan bersahut-sahutan meniup terompet bersama anak-anak yang lain.
Dari kebiasaan itu mimpiku berubah lagi dari ingin menjadi pilot pengen menjadi insinyur pertanian, aku ingin naik kuda melihat-lihat sawah yang siap di panen penuh dengan ikan dimana kalau musim kemarau tiba aku akan menanam palawija di dalamnya. Aku juga akan meminta penduduk desa melakukan hal serupa dan jika palawijanya siap di panen aku kan menyuruh penduduk mengumpulkan palawija tersebut dan aku yang akan menjualnya ke pasar. Tapi mimpi itu pupus lagi ketika aku menjelang kelas tiga sekolah dasar (SD), hal ini dikarenakan gara-gara aku suka membaca, aku membaca buku sejarah kelas 4 milik kakakku disana di kisahkan tentang penjajahan belanda kepada Indonesia yang kita kenal dengan VOC nama lembaga monopolinya. VOC suka sekali menjadikan bangsa Indonesia sebagai buruhnya, mereka kerja keras menanam kopi atau padi lalu mereka pula harus menjualnya pada belanda atau VOC tersebut. Dari kisah sejarah tersebut aku tahu mimpiku salah, aku tidak mau jadi VOC, cita-citaku berubah ingin menjadi dokter wanita pertama di desaku. Mimpi ini terinspirasi oleh sebuah novel yang berjudul dokter Widi. Pengarangnya lupa lagi siapa tapi ceritanya benar-benar menarik. Dikisahkan dokter widi itu waktu kecilnya tinggal di desa yang terpencil, ayahnya di bunuh oleh seorang sodagar yang kaya di desanya gara-gara perebutan air untuk sawahnya. Ia hidup bersama ibunya dan seorang adik kecil perempuan. Suatu hari ketika naik kereta ia salah naik gerbong dan terpisah dari ibunya kemudian ia sampai di Jakarta dan ditemukan oleh orang tua yang tidak punya anak serta kaya raya, sampailah ia menamatkan kuliah kedokterannya dan ia kembali ke desa, di sinilah konflik yang paling menegangkannya, ia tidak dikenal oleh siapapun bahkan oleh ibunya sendiripun, tapi berkat ketidakkenalan orang desanya iapun berhasil menggiring sang pembunuh bapaknya dulu.
Cita-citaku pengen menjadi dokter hanya bertahan sampai kelas 4 SD, kemudian cita-citaku berubah ingin menjadi presiden negeri ini, wow….! Aku ingin menjadi presiden perempuan pertama negeri ini, (kalau cita-citaku masih ingin jadi persiden sekarang bukan lagi yang pertama karena sudah didahului oleh Megawati Sukarno Putri). Cita-cita pengen jadi persiden sebenarnya dilatarbelakangi karena aku tergila-gila akan presiden SOEHARTO yang dulu digembor-gemborkan sebagai bapak pembangunan. Aku suka sekali membaca buku-buku biografi tentang beliau, surat-surat yang di buat anak bangsa yang di tunjukan kepada beliau yang sudah di bukukan aku suka baca, tentang kepemimpinan beliau dalam penyerangan 11 Maret, buku 30 tahun Indonesia merdeka dan banyak lagi yang lainnya (maklum aku kelas SD tapi sudah sering baca buku-buku politik dan buku-buku para ahli kayak aristoteles, Benjamin franklin, Galileo, zarahutsra nietzhe dan banyak lagi yang lainnya, habis gak ada buku lagi). Selain buku tentang bapak pembangunan itu, sebenarnya ada lagi cerita di balik cita-citaku itu yaitu cerita ayahku, ayahku bilang “kau akan jadi seorang yang luar biasa, kau akan jadi seorang PEMIMPIN” . hal ini berdasarkan cerita umiku katanya setiap umiku hendak melahirkan seorang bayi ia selalu bermimpi dimana mimpi tersebut dipercaya oleh ayah dan umiku sebagai sebuah pertanda. Kata umiku, dulu waktu mau melahirkanku ibuku bermimpi memakan kepala ayam, maka ayahku mengatakan kalau itu suatu pertanda kalau aku dimasa depan akan menjadi anak yang luar biasa dan jadi kepala atau pemimpin. Waktu mau melahirkan kakaku yang pertama juga ibuku bermimpi melihat bintang jatuh dan kata orang tua dulu anaknya akan pintar, dan memang benar kakaku yang pertama itu katanya menurut cerita, jenius tiada ampun dan sangat di sayangi kakek dan nenekku, tapi umurnya tidak lama ia meninggalkan kami sebelum kakak keduaku lahir. Dan ketika kakak keduaku lahir ibuku juga bermimpi tapi aku lupa ceritanya mimpi apa yang pasti katanya mimpi itu mengisyaratkan kalau kakaku akan jadi orang kaya, dan ketika mau melahirkan adikku ibuku bermimpi juga isyarat mimpinya yaitu katanya adikku satu-satunya anaknya yang akan menemani orang tuaku sampai tua ketika aku dan kakaku meninggalkannya. Percaya atau tidak tapi  itu sudah terlihat tanda-tandanya, entah karena sugesti orang tua atau karena doa-doa mereka.
Uppss….barusan mati lampu dear,….
Oke next…..
Gara-gara cerita orang tuaku dan juga ketika ku tahu bahwa orang yang kukagumi nomor satu bapak presiden Soeharto dikabarkan korupsi, akupun benci akan namanya pemimpin.cita-cita menjadi pemimpin Cuma bertahan sampai kelas 3 SMP dan waktu itu ketika di Tanya sama guru PKN siapa yang mau jadi pemimpin? Katanya begitu. Waktu itu aku cukup dekat dengan guruku itu. Karena tidak ada yang menjawab dan ketika ia bertanya padaku “kamu mau jadi pemimpin?” aku bilang “ tidak pak guru, aku tidak mau jadi pemimpin, aku bahkan benci yang namanya pemimpin” jawabku tegas, tahu apa yang terjadi ia bilang “ goblok! Hanya orang-orang yang bodoh yang tidak mau jadi pemimpin” begitu katanya. Aku yang begitu dekat dengannya, juga anak-anak  baru kali itu mendengar kata-kata yang demikian kasar dari mulutnya. Ia bilang kenapa orang lain itu nyampe memasang poster pemimpin di kamarnya, tempat kerja bahkan di WC supaya ia bisa menjadi pemimpin seperti dalam posternya. Ini malah tidak mau katanya begitu, aku bilang lagi untuk meredakan emosinya” maaf pak guru, aku bukannya tidak mau jadi pemimpin tapi untuk jadi pemimpin diri sendiri aja aku belum bisa, jadi bagaimana aku memimpin orang lain?” kata-kata itu akhirnya jadi obat mujarab untuk membuatnya terdiam lama.
Dan karena kebencianku terhadap pemimpin akupun tidak mau ikutan ektrakurikuler di sekolahku, gara-garanya aku suka sekali dijadikan pimpinan, waktu kelas dua aku berani satu-satunya perempuan yang mencalonkan osis, dan aku kalah 3 suara dari ketua osis, hanya karena aku perempuan, di kelas aku suka dijadikan ketua kelas.makanya aku tidak mau ikutan lagi ektrakurikuler di SMA karena takut hal seperti itu lagi, waktu itu aku hanya ingin membuktikan pada ayahku bahwa semua ucapannya salah, aku bukanlah seorang yang akan jadi pemimpin, pemimpin tetaplah harus dipegang oleh laki-laki begitu menurutku, karena laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita.
Menjelang SMA cita-citaku berubah ingin jadi penulis. Ini dikarenakan kesukaanku akan dunia tersebut, telah kukatakan bahwa sejak kecil aku suka baca, aku kelas dua SD sudah lancar membaca dan daya ingatku setahuku luar biasa, ini tidak lepas dari kebiasaan umiku yang suka membacakanku buku sewaktu aku masih kecil. Aku bisa menghapal setiap kata dalam buku, bisa mengingat sambutan bapak kepala sekolah dengan baik, dan bisa menghapal apa yang diucapkan teman. Tentunya itu dulu, tapi aku hanya ingat atau hapal tanpa tahu apa isinya. Dan sekarang tinggal loadingnya dear hehe….
Aku mulai menulis ketika kelas 4 SD, ceritaku suka pada di baca oleh anak-anak sekelasku atau teman-temanku dipengajian. Tapi tidak ada satupun yang kuterbitkan. Bahkan ceritanya masih ada sampai sekarang, aku suka ketawa sendiri jika melihatnya karena itu loh tulisannya cacing kepanasan, heran aku kok dulu teman-temanku pada ngerti, dan aku suka terbelalak di buatnya, tidak percaya benar apa yang kutulis. Imajinasiku dulu benar-benar luar biasa padahal gak tahu idenya dari mana tuh.
Itu adalah sederet mimpi yang pernah hinggap di kepalaku, dulu waktu aku ingin menjadi presiden aku suka bermimpi ingin mengubah dunia dengan tanganku. Aku tidak mau melihat anakanak yatim, orang tua jompo, pengemis jalanan berceceran di jalanan, aku bercita-cita pengen mengembalikan kejayaan islam dan menjadikan desaku sebuah desa yang syarat dengan tempat ilmu, dari sana aku ingin mengendalikan dunia, menjadikan desaku kota pendidikan, mendirikan perpustakaan terbesar yang pernah ada (ini sebagai upaya balas dendamku karena kotaku jauh dari toko buku), mendirikan taman dan menjadikan lautku kota pariwisata. Tapi sekarang kusadari, untuk menciptakan mimpi-mimpi itu menjadi nyata bukanlah dimulai dari  mengubah dunia dulu tapi seharusnya mengubah dari diri kita dulu. Mulai dari diri kita, menjadikan kita pribadi bermakna,bisa bermanfaat untuk orang lain, itulah makna hidup sesungguhnya.
Dan setelah kelas dua SMA sampai sekarang mimpiku tidak pernah lagi berubah, aku tetap ingin menjadi penulis, guru kimia dan aku bisa menjadi istri dan ibu dari anak-anakku yang luar biasa. Karena bagiku sepandai-pandainya istri, tugasnya tetap harus yang jadi pendukung laki-laki, perempuan di ciptakan bukan untuk melampauinya tapi diciptakan untuk membantunya. Dan aku bermimpi aku bisa menjelajah dunia, sehingga anak-anak yang kulahirkan berbeda-beda negeri tempat lahirnya, tujuanku hanya satu, aku ingin menunjukkan pada mereka betapa luasnya bumi tuhan dan betapa banyak yang telah diberikannya, aku ingin mengajarkan anak-anakku intisari hidup yang sebenarnya bukan hanya berdasarkan “katanya” .
Rencana A nya aku ingin hidup di jepang, mereguk ilmu sebanyak-banyaknya di sana, dan juga mengajar di sana serta melahirkan anak pertamaku disana, dan kemudian aku ingin hidup di inggris dan melahirkan anak keduaku di sana, ketika mereka dewasa, dan sudah bosan menjelajahi baru aku ingin membawanya ke negeriku tercinta Indonesia.
Tujuan membawa mereka kembali ke Indonesia aku ingin mereka tahu darimana mereka sebenarnya berasal, aku tidak ingin anakku tidak kenal akan budaya nenek moyangnya, sejarahnya, bahasanya dan segala sesuatunya.
Oke….karena mati lampu lagi jadi terpaksa ceritanya juga dipending dulu, masalahnya batere laptopku lowbatere. Jadi dear, sampai ketemu lagi

Bandung, 16 juli 2011


Seperti kata Chairil Anwar


Aku ingin hidup seribu tahun lagi

Rabu, 13 Juli 2011

SKRIPSIKU OH SKRIPSIKU…………..!!!

ASS….dear
Dear karang dah masuk bulan jully dan bentar lagi siding komprehenship tapi skripsi aku lum ada kelanjutan sedikitpun. Masalahnya ibu yunita pembimbing pertama aku masih di rumah sakit dan bu risa pembimbing kedua masih sibuk dengan putra pertamanya. 2 minggu yang lalu aku kasihkan tuh skripsi sama ibu risa tapi sampai saat ini katanya belum diperiksa, ya allah…bulan julli hampir habis. Aku pun sudah membaca-baca semua lembaran skripsiku tapi ya gimana lagi ning gak ada dosen pembimbing. Hu…hu…ya allah semangatku hampir habis.
Apalagi kalau mendengar anak-anak yang skripsinya udah di acc, panas rasanya hati. Tapi ada juga yang nyantai saja, padahal dosennya selalu stand by, coba kalau aku yang kebagian dosen tersebut pasti sudah selesai. Ni mah udah skripsinya dosennya malah gak ada yang siap jadinya periksa sendiri aja terus. Cape ^_^.

Dear karang lagi musim daftar kompre tapi ya lumayan masih gak jelas soalnya nilai-nilai nya lum keluar semua jadinya menghambat. Mampukah aku melewati ini semua ya allah….aku mulai gak sabar pengen cepat lulus.
Ni juga masalah kerjaan sangat membingungkan dear. Ortu pengennya aku kerja di rumah saja tapi aku pengen kepedalaman atau paling tidak ke Kalimantan, kalau tahun karang atau tahun depan gak ke jepang pengen sekali ngajar di Kalimantan dear.

Selasa, 05 Juli 2011

Semangatku Mulai Terkikis


Assalamualaikum dear,
Lama tak berjumpa denganmu, masalahnya akhir-akhir ini aku bisa dibilang sibuk dengan pengolahan data skripsi, sebenarnya dari dulu juga udah Cuma ada aja yang salah. Dear,,,nak-nak lain yang ada pembimbingnya dah mulai pada di acc sedangkan kami berempat masih di ujung tanduk nasibnya. Terbengkalai. Kami hanya bisa Tanya sana, Tanya sini tanpa kejelasan yang pasti. Dan ya ampun semangatku mulai terkikis. Tadi aku nengok dosen pembim2ng keduaku yang baru melahirkan, ya harus kuakui memang kondisinya tidak memungkinkan untuk membim2ng kami. Terus aku harus bagaimana tuhan! Haruskah kusalahkan takdir yang seperti menghianatiku ini?................................

Pulang dari dosen pembim2ng hati aku campur aduk, rasanya aku mulai lelah dengan semua ketidak jelasan ini, dan aku tiba-tiba kangen akan bu yunita, bagaimanakah beliau sekarang? Saat – saat seperti ini aku ingin beliau ada di si2ku, tak ada yang salah dengan kondisiku saat ini  hanya saja keadaan ini yang membuat semuanya terlihat kacau balau, dan mungkin saja ke2cewaanku, kepedihanku yang merasa tidak dipedulikan, tak dimengerti tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan mereka kedua ibunda dosenku.hanya saja keadaan ini semakin dibiarkan perlahan-lahan membuat semangatku terkikis. Aku sudah berjanji sepulang dari nengok ibu yunita bahwa aku akan selalu tetap semangat seperti ibu yang berjuang melawan penyakitnya. Tapi semangatku mulai terkikis sedikit demi sedikit apalagi kalau lihat nak lain dah mulai pada selesai skripsinya. Ya allah aku harus bagaimana???



Bdg, 4 juli 2011

Sabtu, 18 Juni 2011

Sakit Pinggangku Terus Mendera


Assalamualaikum dear
tahu kah kau dear sakit pinggang ini rasanya makin mendera saja. apalagi kalau duduk lama-lama depan komputer pegelnya minta ampun. awalnya saya bangun tidur seperti biasa kalau pagi itu shalat subuh tapi ketika habis shalat tiba-tiba pinggang saya sakit banget, kata teman saya minum air putih katanya. dan saya pun minum sampe tiga gelas eh bukannya sembuh malah makin sakit gak bisa jalan. saya kira tuh sakit akan hilang dengan sendirinya akan tetapi ternyata tidak, sering kumat terus-terusan. bahkan pernah dalam satu minggu tuh rasa sakit mendera hampir-hampir makan tuh sambil tiduran. sampai sekarang rasanya sering terasa sakit

awalnya saya kira ini penyakit ginjal, akan tetapi ketika search ke mbah google ternyata gejalanya tidak seperti gejala penyakit ginjal. saya pun mencari lagi kemungkinan lainnya kanker tulang belakang, akan tetapi bukan juga lalu TBC tulang belakang bukan juga.
tapi sakit ini semakin mendera terus, saya tadinya pengen bertanya ke dokter tapi saya gak mau karena bagi saya dokter hanya akan mengekang kemerdekaan saja, contoh harus makan obat itu, tidak boleh makan ni cape deh.....nanti kalau saya kira sudah saatnya berobat saya baru akan ke dokter

Penyakit Alzheimer itu menguras airmata saya.

Assalamualaikum dear….
Lihat judul curhatan saya mungkin dear nyangka kalau yang kena penyakit Alzheimer itu adalah saya, sebenarnya bukan dear, penyakit itu ada di film, tapi karena gara-gara nonton film itu airmata saya hampir habis. Saya hanya membayangkan bagaimana kalau penyakit itu tiba-tiba menyerang saya dan saya belum mengatakan pada orang-orang disekitar saya betapa berartinya mereka dalam hidup saya. Saya belum pernah mengatakan saya cinta kamu umi, atau saya cinta kamu bapak! Tidak! Umiku juga lum pernah mengatakan itu mekipun begitu saya tahu cintanya mengalir setiap saat bahkan tak terbendung terhadap saya. Saya mendengar kata sayang dari bapak itu terakhir kali waktu saya kelas satu SMP, itu juga karena gara-gara saya menyuruh kakak saya menjual gelang saya ke
kota. Hari berikutnya ayah datang kekosan dan bercerita banyak hal dan dia tidak memarahiku, dia hanya mengatakan tiga kata itu, “bapak sayang kamu”. Dan tiga kata itu mampu membuat saya berani memaafkan bapak, kata itulah yang selalu  saya ingat setiap saya kesal padanya, teringat masalalu atau saya putus asa, saya selalu ingat bahwa ada bapak yang menyayangi saya jika saya putus asa dalam hidup.



kakakku
Ketika saya lihat film moment to remember, ceritanya begitu menguras airmata saya, saya kira saya harus menuliskan atau mengatakan apa-apa yang belum saya lakukan, sebelum penyakit itu menghancurkan saya, atau sebelum penyakit itu menghancurkan salah satu orang terdekat saya. saya ingin kalian tahu kalau SAYA MENCINTAI KALIAN SEMUA, DAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT SAYA. Umi.. meski diammu kadang kuartikan misteri, meski kadang tak kumengerti tapi aku sayang umi, saya tahu umilah perempuan yang paling mengerti perasaan saya, hidup saya, cita-cita saya. meski tak pernah terucap lewat bibirmu tapi saya tahu rasa sayang umi terasa selalu mengalir. Bapak. Meski bapak sering marah-marah, saya juga pernah membenci bapak waktu masa kecil saya tapi saya sangat sayang bapak. Bapak banyak mengajarkan saya hidup, kadang bapak sering melemahkan saya jika kita saling bercakap tapi sebenarnya bukan itu maksud bapak, bapak ingin saya kuat dan tidak cepat puas. Dan kakakku…ah kakakku, tak akan pernah dan tidak akan pernah kutemukan lagi kakak sepertimu, jika umi sayangnya selalu terlihat diam, maka kau bukti nyata terjemahan dari diamnya umi, saya selalu mengenang masa kecil kita, pertengkaran itu, permainan kita dan masa-masa yang membuatmu terlihat sangat keren di mata saya. Kita kadang berbagi uang koin hanya untuk merayakan kejuaraan  kita di hari kenaikan kelas, bermain di antara bunga padi, membuat burung dari tanah liat, mencari jamur bersama, menangkap merpati kakek, main masak-masak bersama, main boneka, ngerjain umi dan saya sangat bahagia karena semua itu. Kau selalu melindungiku, selalu berusaha mengertiku, berusaha menjadi tangan kanan kedua orang tua kita, dan SAYA SAYANG KAMU. Dan adikku…adikku ketika lahir begitu banyak kasih yang terlewatkan, masa kecilmu begitu buruk kurasa, tanpa mainan, tanpa teman, dan tanpa kasih sayang. Kau hanya belajar dari apa yang kulakukan, yang sebenarnya lebih buruk dari yang kakak kita berikan. Hidup dengan tekanan tak membuatmu bisa mengembangkan prestasimu, dan itu semakin memperburuk keadaan, kau suka menggambar seperti yang kulakukan. Tapi kini kurasa kau sudah menemukan hidupmu kembali, saya rasa saya lemah di matematika meski saya masuk jurusan kimia, tapi saya kira saya jago di hapalan, melukis, dan menulis. Dan kakakku sebaliknya dari saya, ia suka matematika dan olahraga, tapi ia tidak suka hapalan dan melukis, dan kau adikku saya kira kau memiliki keduanya, kau jago matematika, kau juga jago menulis dan suka olahraga.Semoga engkau jadi pemuda yang sempurna suatu hari nanti dan SAYA SAYANG KAMU.














Teruntuk umi, umi,umi,
Bapak, kakak,adek.
Terima kasih sudah menjadi keluarga saya dan menjadi bagian dari hidup saya.
I LOVE YOU ALL
17 juni 2011

Rabu, 15 Juni 2011

Gerhana…Gerhana…Gerhana.

Assalamualaikum dear
Beberapa minggu yang lalu saya baca di situs apakabardunia.com bahwa tanggal 16 juni akan terjadi gerhana bulan yang di mulai pukul 01.22 dini hari sampai pukul 05 pagi, dan itu benar-benar terjadi. Waktu pulang bada isya dari menjenguk ibu yunita saya lihat itu bulan masih nyala di ketinggian langit. Meski hati saya was-was apa yang akan terjadi nanti pagi.
Mata saya ngantuk saya pun tidur, waktu menunjukan pukul 23.30 lebih dikit saya pun tidur, dan ketika jam 01. 30 saya dibangunkan oleh suara takbir di mana-mana, suara takbir itu membuat saya sangat merinding, mengingatkan saya akan dosa-dosa saya, orang-orang tercinta saya, umi di rumah sedang apakah beliau jam segini, bapak saya, kakak saya, ibu yunita, saya ingat ibu yunita apa ia masih kesakitan. Guru-guru saya, Sahabat-sahabat saya.dan tiba-tiba airmata saya meleleh. Biasanya mendengar takbiran itu menjelang malam idul fitri, tapi semenjak saya mulai kos dari SMP saya tidak pernah melewati malam itu di kosan pasti di tengah-tengah keluarga, ataupun perjalanan pulang ke rumah. Tapi karang, saya merasa terasing, dalam kesendirian saya hanya bisa menitipkan orang-orang terkasih saya padanya yang maha segalanya.

Saya pun keluar, di luar langit hitam kelam, rupanya gerhana memang sedang berlangsung. Bulan sore saya yang cantik tadi, yang masih tersenyum ketika saya mulai tidur kini sudah lenyap, saya menuggu beberapa saat dan bulan itu muncul tapi masih sabit, lalu hilang kembali saya merasa ngeri sekali. Saya ingat kata-kata guru saya dulu waktu SMA sebenarnya katanya waktu gerhana itu terjadi dunia lagi dalam keadaan benar-benar genting, dan ini lama sekali terjadinya benar-benar membuat saya cemas. Saya pun pergi melaksanakan salat gerhana, alasannya karena saya merasa sendiri, jadi saya kira saya perlu mendatangi tuhan saya, terus hati saya cemas jadi saya butuh ketenangan. Habis salat saya sms anak-anak ternyata mereka juga pada bangun. Ya allah….ini benar-benar suatu yang sangat luar biasa.


Bdg, 16 juni 2011

Cepat Sembuh Ibu


Assalamualaikum dear…
Hari ni saya dan anak-anak nengok dosen pembimbing ke satu ke rumah sakit Hasan Sadikin. Ya allah saya sedih banget waktu pertama kali masuk ke ruangannya, dengan wajah yang begitu kesakitan beliau minta maaf sama saya karena gara-gara beliau sakit, beliau tidak bisa membimbing kami. Dan lebih sedih lagi waktu nanya gimana skripsinya sudah nyampe mana katanya, anak-anak menjawab ibu gak usah mikirin dulu skripsi kami, ibu sembuh dulu gpp ka nada dosen pembimbing dua kata nak-nak the, saya sedih karena dosen pembimbing dua saya juga gak bisa membimbing karena melahirkan.jadinya pengen nangis beneran.
Ibu bercerita banyak pada kami, tentang penyakitnya yang sudah tiga minggu masuk rumah sakit baru ketemu hari selasa kalau penyakitnya TBC perut, ya ampun…! Tiga minggu ibu menanggung penderitaan ketidakjelasan membuat saya sadar, kalau apa yang saya rasakan selama ini menunggu ketidakjelasan juga tidaklah sebanding dengan penderitaan ibunda saya ini. Beliau harus ruku 4 jam, terus harus tidak gerak sedikitpun 6 jam ya allah sampai segitunya.
Beliau berpesan untuk selalu semangat dan jangan malas mengerjakan skripsi biar cepat lulus dan dapat ijasah katanya, aku pengen nangis. Dalam keadaan begitu seharusnya kami yang menghibur ibu, tapi ibu tahu hati kami saat ini, terutama saya bahwa semangat saya hanya tinggal serpihan.
Acara berkunjung Cuma berlangsung 30 menit dan kamipun berpamitan, tak lupa kami membaca doa dulu untuk kesembuhan ibunda kami,kami menghayati doa kami masing-masing dalam kesedihan yang hanya di nikmati oleh kami masing-masing, saya berusaha menahan tangisan saya, meski dalam berdoa dianjurkan sekali untuk menangis tapi saat itu saya tidak ingin kelihatan sedih dihadapan ibu, saya ingin terlihat tegar menjalani semuanya walau hati saya mengatakan saya tidak bisa. Dan tiba-tiba perasaan saya menjelma kalau ibu yang dihadapan saya ini terlihat seperti ibu kandung saya sendiri, ini benar-benar membuat hati saya sangat pilu.Diam-diam saya berucap pada tuhan” ya tuhan saya benar-benr mencintai wanita di hadapan Saya ini, bukan karena beliau sebagai syarat kelulusan saya nanti, tapi karena saya benar-benar sangat membutuhkan beliau hadir di tengah-tengah kami, tapi karena saya benar-benar sangat mencintai wanita ini, saya mohon sembuhkanlah ibu saya ini” saya lihat ibu menangis sedih dan saya ingat ibu kandung saya di rumah, bagaimana ketika ibu saya sakit waktu kehamilannya terjadi di luar rahim. Ini membuat saya tidak tahan untuk meneteskan airmata. Dan ketika kami pamitan pulang bersalaman ibu mengucapkan doa pada kami masing-masing, dan ketika bagian saya yang terakhir saya tidak bisa menatap matanya.tidak. beliau mengucap nama saya, itu benar-benar membuat saya tidak bisa lagi menahan airmata terlalu lama.
Saya ingat waktu pertama kali saya sama anak-anak belajar sama ibu, beliau satu-satunya dosen yang waktu berkenalan itu menyuruh saya dan teman-teman untuk menuliskan dan menggambarkan salah satu moment yang paling disukai atau menggambarkan orang yang paling berharga di dunia ini atau menggambarkan sebuah benda atau apa saja yang sangat di sukai beserta alasannya. Waktu itu saya menggambar bunga dan buku sebagai benda kesayangan atau kesukaan saya. Ibu menanyakan alasannya saya jawab “saya suka buku karena bukulah satu-satunya teman yang menemani saya ketika saya down, broken home merasa terasing dari keluarga,dari teman. Hanya bukulah waktu itu yang menemani saya, tempat saya mengadu, tempat saya mencari pelampiasan dari semua kekecewaan saya terhdap orang tua.Dan saya suka bunga karena bunga itu selalu terlihat indah, selalu dijadikan lambang untuk kesedihan seperti kematian, selalu dijadikan lambang untuk kegembiraan seperti pernikahan. Bunga itu terlihat seolah olah netral kemana saja” dan ibu menganggukan kepala.
Meski ibu itu terlihat galak oleh sebagian mahasiswa, tapi sebenarnya bukan galak hanya disiplinnya tinggi dan ia mampu untuk konsisten, misalnya dulu waktu masih kuliah bersamanya, masuk perkuliahan misal pukul 07.50 maka ibu biasanya pukul 06.20 itu sudah ada di kelas,hadir duluan selalu begitu. Hari pertama perkuliahan itu ibu biasanya membuat perjanjian dengan kita muridnya mau jam berapa masuk, anak yang telat mau gimana, dan ia konsisten dengan perjanjian itu. Ia tidak pernah meninggalkan kelas tanpa alas an yang jelas atau tanpa asisten di kelas, dan anak-anak selalu protes kalau ada asisten yang mengganti soalnya ibu memiliki cara tersendiri dalam mengajar yang disukai anak-anak. Jam terbang ibu subhanallah padat banget bahkan dulu saya pernah berpikir sebenanya wanita seperti apa ibu itu, wonderwomenkah? Kemarin sore di telpon lagi di Maluku misalnya sekarang pagi jam 7 sudah ada dihadapan. Benar-benar kuat dan tahan banting. Kalau orang lain tidak mungkin kayak gitu pasti berleha-leha dulu karena cape. Ibu itu seorang pribadi yang hangat dan tahu sekali psikologi masing-masing anak menurut saya, contohnya seperti ini saya sering sekali memperhatikan ibu masalahnya. Waktu itu kita belajar di lab, dan kelompok saya duduk di meja ketiga, salah satu teman kelompok saya enung sedikit bermasalah dengan matanya, kami di bagi acak posisi meja, dan kelompok saya tuh seharusnya kebagian di meja belakang. Enung teman saya itu minta sama ibu kalau ia pengen di depan, karena matanya tidak bisa melihat tulisan di papan tulis dengan jelas kalau dari meja paling belakang, ibu ngotot tidak mau memindahkan kami karena itu ketentuan, tapi ketika waktu pembagian eh tanpa di sangka kelompok kami jadi kebagian yang di depan. Sikapnya benar-benar tak bisa di tebak. Contoh kedua waktu itu kita bimbingan KRS, ada teman saya yang benar-benar jeblok IPknya dan saya sendiripun jujur tidak menyangkal kalau jeblok IPKnya itu bukan karena dia tidak pintar tapi dia benar-benar terlihat tidak sungguh-sungguh kuliahnya. Tapi sikap ibu bukannya memarahi (kalau dosen lain sudah marah liat murid bimbingannya ipknya kecil), ia mempunyai caranya sendiri sampai-sampai saya saya terpaku melihatnya, ia tidak memojokkan si anak itu, bahkan tidak pernah menyalahkan, tapi dengan cara begitu anak itu jadi termotivasi sampai saat ni ia rajin sekali kuliah dan memperbaiki kuliah-kuliahnya yang tertunda. Pengalaman saya sendiri ketika IPK saya jeblok, ibu nanya sama saya “kenapa IPKnya bisa dua gini, udah punya pacar ya sekarangmh?”
Menurut saya banyak hal yang luar biasa dari sosoknya sebagai dosen, bukan sekedar guru di kelas tapi juga bisa sebagai orang tua kami. Beliau jika anak muridnya gagal dalam mata kuliahnya tidak pernah menyalahkan kami, tapi ia akan menyalahkan dirinya sendiri”bukan kalian yang salah tidak rajin belajar tapi ibu yang salah tidak mengajar dengan benar” katanya selalu begitu. Dengan berkata begitu cukup bagi saya dan kawan-kawan menyesal kenapa tidak memperhatikan beliau dengan benar waktu mengajar hehe….






Untuk ibu yunita denganmu sebagai lampion penerangku, hidupku tidak akan pernah bagai sungai kelam. Cepat sembuh ya bu, saya membutuhkan ibu hadir kembali di tengah-tengah kami.





Bdg, 15 juni 2011